INTAILAMPUNG.COM – Anggaran Dana Desa (ADD) tahap I sudah cair. Namun, belum ada kejelasan terkait program Kampung Dono Arum, di Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah.
Dari investigasi lapangan Organisasi Masyarakat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (Ormas-PGK), Penggunaan ADD di kampung tersebut, diperuntukkan dalam pembangunan Onderlagh dusun 1, dusun 2 dan dusun 3. Namun, sayangnya dari hasil pantauan lapangan, belum ada progres dalam pengerjaannya.

Kepala Kampung Dono Arum, Purwadi mengatakan, bahwa alasan pengerjaan belum rampung dikarenakan lambatnya dari pihak kecamatan. “Saya juga bingung kenapa lambat, baru kali ini selama saya menjadi kepala kampung ketemu camat seperti ini,” kata Kakam Purwadi.
PGK yang berusaha menelusuri ADD Kampung Dono Arum dan melihat pekerjaan di dusun 1 belum rampung. “Kami cek dusun 1 baru ada hamparan batu dan menyerap pekerja 2 orang di lokasi, pekerjaan ini menelan biaya Rp 198.735.000,- waktu pengerjaan 30 Hari,” kata Irfan, Wakil Ketua PGK Lampung Tengah.

Kemudian Tim PGK kembali menemui Kakam Purwadi untuk memastikan kembali terkait hasil investigasi di lapangan. “Dusun 1 sudah, hanya dusun 2 belum ada, baik hamparan batu dan plang pagu anggaran,” kata irfan
Ketika ditanya Kakam Purwadi beralasan bahwa pekerja Dusun 1 berjumlah 3 orang dan mengupah harian sebesar Rp 120.000/hari.
“Kalau untuk dusun 2 belum ada, dan dusun 3 juga belum seperti layaknya dusun 1, yang terpenting kami tidak fiktif dan sesuai, tidak apa-apa menjadi temuan karena lebih dari masa pekerjaan (deadline 30 hari), sesuai plang hanya kami pastikan akan mengerjakan” kata Kakam Purwadi. (red)












