INTAILAMPUNG.COM – Ide kreatif digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) yang meluncurkan Mobilika, mobil yang telah dimodifikasi menjadi perpustakaan keliling sekaligus kendaraan pengangkut sampah,.
Mobilika sendiri menyasar anak-anak khususnya siswa sekolah dasar dengan berkeliling ke sejumlah sekolah setiap harinya.
Tujuanya, tak lain untuk memupuk kesadaran akan pola hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan sekaligus menumbuhkan minat baca anak.
Berbagai jenis buku bacaan tersedia di Mobilika, mulai buku cerita, komik, pelajaran umum, dan berbagai buku lainnya.
Menariknya, Anak-anak dapat memilih dan membaca buku yang disukainya hanya dengan menukarnya dengan sampah seperti, botol bekas, plastik, kertas, kardus, dan jenis sampah lainnya.
Seperti yang terlihat saat Mobilika menyambangi SDN 1 Gunung Sugih beberapa waktu lalu. Saat jam istirahat, sejumlah anak tampak ruang berlarian berlomba mengumpulkan dampah yang tercecer dilingkungan sekolah agar bisa ditukarkan dengan buku bacaan yang disukainya.
“Saya mau baca Dragon Ball, tapi itu masih ada yang baca, nanti gantian kalau udah saya yang baca tukar sama ini,” ujar Dian Setiawan, siswa kelas 5 sembari menunjukan dua gelas plastik bekas air mineral yang ada digenggamanya.
Lain lagi yang diutarakan Devi, siswi kelas 3, ia mengaku sedikit kecewa karena buku kesukaannya tidak tersedia, meski begitu ia senang karena dapat membaca komik hanya dengan menukar plastik bekas es.
“Gak ada komik Princess, jadi baca Doraemon aja,” ucapnya polos.
Terpisah, Kepala DLH Lamteng, Edi Supena menuturkan, Mobilika bertujuan untuk membiasakan anak sejak dini untuk menjaga keberhasilan lingkungan sekitar sekaligus menumbuhkan minat baca anak.
“Ibarat peribahasa, sekali dayung dia tiga pulau terlampaui, jadi selain membiasakan pola hidup beraiih pada anak juga untuk menumbuhkan mjnat baca anak,” ujar Edi Supena, Kamis, (02/10/2025).
Dikatakannya, koleksi buku yang ada di Mobilika merupakan swadaya dari seluruh pegawai DLH Lamteng.
“Memang saat ini koleksi buku yang ada masih belum lengkap, namun kita terus menggerakkan pegawai untuk menyumbangkan buku bacaan,” ujarnya mengakhiri. (Ibr)












