INTAILAMPUNG.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Lampung Tengah, menggelar rapat koordinasi, yang dirangkai dengan Halal Bihalal dalam mempererat tali silaturahmi di internal dinas, sekaligus menyelaraskan program kerja.
“Mumpung masih dalam suasana pasca idul fitri, mari kita saling memaafkan antar sesama untuk meningkatkan kinerja dalam mendukung program ‘Bangga Kencana’ (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana). Minal aidin wal faizin mari melangkah bersama menuju kinerja yang lebih optimal dan keluarga yang lebih berkualitas,” ucap Plt Dinas PPKB Lamteng, drg. Dian Yamasanti,.M.H,Kes, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, program Bangga Kencana, adalah program strategis BKKBN untuk mewujudkan keluarga berkualitas, sehat, dan sejahtera. Program ini berfokus pada pengendalian penduduk, perencanaan keluarga, dan ketahanan keluarga melalui pendampingan siklus hidup.
“Ada tiga pilar utama program Bangga Kencana yaitu, pembangunan keluarga, kependudukan, dan reproduksi, dengan tujuan dan fokus pada pencegahan stunting, dan kampung KB,” ungkapnya.

Selanjutnya dalam meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui pembinaan kelompok kegiatan (BKB, BKR, BKL, UPPKS). Pengendalian jumlah penduduk dan pengarahan penduduk agar tumbuh seimbang. Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, bagaimana mengatur jarak kehamilan dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
“Dalam program ini, pencegahan stunting menjadi target utama untuk mencapai generasi emas Indonesia,” tukas drg. Dian.
Dimana dalam program Bangga Kencana, ada kelompok kegiatan yang meliputi Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), serta Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), sementara, kampung KB akan menjadi basis intervensi program di tingkat lini lapangan.
“Artinya, Bangga Kencana berperan mendampingi keluarga di setiap tahap kehidupan, mulai dari bayi, remaja, dewasa, hingga lansia. Program ini merupakan rebranding dari program terdahulu (KKBPK) untuk memastikan lingkungan keluarga yang sehat dan berdaya,” pungkasnya. (rki/red)












