INTAILAMPUNG.COM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Tengah terus mendorong perubahan pola pembelajaran di sekolah agar peserta didik tidak hanya piawai menguasai materi, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan menemukan solusi atas persoalan di sekitarnya.
Salah satu pendekatan yang didorong adalah STEM 5M, yakni pembelajaran yang mengintegrasikan sains, teknologi, engineering, dan matematika dengan persoalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Disdikbud Lampung Tengah, Nur Rohman, mengatakan pembelajaran berbasis STEM tidak semata-mata mengejar kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran. Lebih dari itu, pendekatan tersebut dirancang untuk membiasakan peserta didik berani mencoba, mencari solusi, bekerja sama, serta melahirkan gagasan baru.
“Pembelajaran harus mampu memberikan ruang kepada murid untuk mencoba menemukan solusi dan mengembangkan kreativitas. Karena itu, pendekatan STEM menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna,” ujar Nur Rohman, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, konsep 5M dalam pendekatan tersebut mencakup Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful.
Konsep itu dapat diterapkan melalui pemberian tantangan yang sesuai dengan kemampuan siswa, pemanfaatan bahan-bahan yang mudah diperoleh, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memiliki tujuan yang jelas.
Materi pembelajaran juga diarahkan pada persoalan yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengetahui teori, tetapi dapat memahami bagaimana pengetahuan tersebut digunakan untuk menyelesaikan persoalan nyata.
Nur Rohman menilai inovasi pembelajaran menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan zaman. Sekolah, kata dia, tidak boleh hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang untuk membentuk karakter, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemampuan berpikir kritis.
Penguatan kualitas pembelajaran tersebut berjalan beriringan dengan perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah. Dukungan itu antara lain dilakukan melalui pengembangan akses dan kualitas pendidikan, termasuk proses pendirian MIN 2 Lampung Tengah.
Selain kualitas pembelajaran, penguatan sarana dan prasarana pendidikan juga terus dilakukan.
Pada 2026, sebanyak 89 titik satuan pendidikan di Lampung Tengah direncanakan mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat, mulai jenjang TK hingga SMP.
Nur Rohman menegaskan, pembangunan sarana pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas proses belajar mengajar.
“Dukungan pemerintah terhadap pendidikan harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh. Sarana yang baik harus diikuti dengan pembelajaran yang inovatif, guru yang terus berkembang, serta lingkungan sekolah yang mampu mendorong anak menjadi lebih kreatif dan percaya diri,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
Melalui penerapan STEM 5M, Disdikbud Lampung Tengah berharap siswa tidak berhenti pada kemampuan menghafal materi dan menjawab soal. Mereka juga diharapkan terbiasa berpikir kritis, memecahkan masalah, berinovasi, bekerja sama, serta memiliki keberanian menghadapi tantangan masa depan.
Dengan demikian, pembelajaran di sekolah diharapkan tidak hanya menghasilkan siswa yang memahami pelajaran, tetapi juga generasi yang mampu berpikir, mencipta, dan memberikan solusi bagi lingkungannya.(*)
Penjelasan: STEM merupakan singkatan dari.
– S = Science (Sains/Ilmu Pengetahuan)
– T = Technology (Teknologi)
– E = Engineering (Rekayasa/Teknik)
– M = Mathematics (Matematika)
Sedangkan 5M adalah:
– Mudah
– Murah
– Menggembirakan
– Mindful (berkesadaran)
– Meaningful (bermakna)
Jadi, STEM 5M dapat dipahami sebagai pendekatan pembelajaran yang menggabungkan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dengan prinsip pembelajaran yang mudah, murah, menggembirakan, berkesadaran, dan bermakna.












