INTAILAMPUNG.COM – Antusiasme masyarakat menyambut program Lampung Tengah Berhaji terlihat sejak pagi di Masjid Istiqlal Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat, (9/10/2026). Kegiatan yang digelar Bank Syariah Indonesia (BSI) ini bukan sekadar menghadirkan tausiyah keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang ibadah haji sekaligus membangun kesadaran menabung sejak dini.
Menghadirkan penceramah Ustaz Koko Liem, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pencerahan spiritual bagi masyarakat, khususnya umat Islam yang mendambakan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.
Kegiatan ini turut dihadiri Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, Kapolres Lampung Tengah AKBP Zaldy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.H., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta Ketua DPC PKB Lampung Tengah, dr. Uswatun Hasanah.

Suasana penuh antusiasme itu menjadi gambaran besarnya harapan masyarakat untuk memperoleh kesempatan menunaikan ibadah haji. Di tengah harapan tersebut, persiapan spiritual perlu berjalan beriringan dengan perencanaan keuangan yang matang.
I Komang Koheri: Petik Hikmah Tausiyah Koko Liem, Perkuat Niat Berhaji
Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri mengajak masyarakat dan seluruh jemaah yang hadir agar tidak sekadar mengikuti kegiatan seremonial, tetapi juga menyimak dan mengambil nilai-nilai positif dari tausiyah yang disampaikan Ustaz Koko Liem.
Menurutnya, pesan-pesan keagamaan yang disampaikan penceramah diharapkan menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta memantapkan niat dalam mempersiapkan ibadah haji.
“Ibadah haji merupakan impian bagi seluruh umat Islam. Karena itu, saya berharap seluruh jemaah yang hadir dapat mengambil hikmah dan nilai-nilai positif dari tausiyah yang disampaikan Ustaz Koko Liem,” demikian pesan I Komang Koheri.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar umat Islam yang telah lama mendambakan keberangkatan ke Tanah Suci segera memperoleh kesempatan menunaikan ibadah haji.
“Semoga masyarakat yang memiliki keinginan kuat untuk berhaji segera dikabulkan niatnya, diberikan kemudahan dalam segala persiapan, serta mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci,” menjadi harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pesan itu sekaligus menegaskan bahwa perjalanan menuju Baitullah membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Selain menjaga niat dan memperkuat keimanan, calon jemaah juga perlu mempersiapkan kesehatan, administrasi, serta kemampuan finansial agar dapat menjalankan ibadah dengan baik.
BSI Dorong Literasi Syariah, Persiapan Haji Dimulai Sejak Dini
Area Manager BSI Bandar Lampung, Lutfi, mengatakan program Lampung Tengah Berhaji merupakan bagian dari upaya BSI untuk memperluas pengenalan masyarakat terhadap perbankan syariah, termasuk produk, layanan, dan jasa yang tersedia, terutama berkaitan dengan persiapan ibadah haji.
“Yang pertama ingin kami tekankan adalah mengenalkan BSI kepada masyarakat. Mungkin masyarakat sudah mengetahui BSI, tetapi belum sepenuhnya memahami apa saja layanan dan produk yang tersedia. Melalui forum seperti ini, kami ingin BSI semakin dikenal masyarakat,” ujar Lutfi.
Ia menjelaskan, layanan haji menjadi salah satu produk unggulan BSI. Oleh sebab itu, sosialisasi secara langsung dinilai penting, terutama bagi masyarakat Lampung Tengah yang memiliki minat tinggi untuk menunaikan ibadah haji.
Menurut Lutfi, masih ada masyarakat yang membutuhkan informasi lebih mendalam mengenai prosedur pendaftaran, persiapan biaya, hingga perencanaan keberangkatan.
Melalui kegiatan tersebut, BSI berupaya mendekatkan informasi kepada masyarakat sekaligus mendorong mereka agar tidak menunda persiapan finansial.
Lutfi mengungkapkan, kesiapan dana menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan calon jemaah. Ia menyebut adanya jemaah yang batal atau gagal berangkat ketika waktu keberangkatan tiba karena dana yang dibutuhkan belum tersedia.
“Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk mulai mempersiapkan tabungan haji sejak dini. Harapannya, ketika sudah mendapatkan panggilan keberangkatan, dana yang diperlukan telah dipersiapkan,” jelasnya.

Orang Tua Mulai Siapkan Anak untuk Berhaji
BSI juga mendorong keluarga untuk mulai merencanakan ibadah haji bagi anak-anak mereka sejak usia muda. Menurut Lutfi, kesadaran mempersiapkan keberangkatan haji sejak dini menjadi langkah penting agar keluarga memiliki waktu lebih panjang untuk menyiapkan kebutuhan finansial.
Ia menilai, perencanaan sejak awal dapat membantu masyarakat memahami bahwa ibadah haji bukan hanya persoalan keinginan, tetapi juga membutuhkan persiapan yang terukur.
Lutfi mencontohkan, anak yang didaftarkan haji sejak usia 16–17 tahun memiliki kesempatan memulai persiapan lebih awal. Namun, waktu keberangkatan tetap bergantung pada ketentuan pendaftaran, kuota, dan masa tunggu yang berlaku.
Dengan demikian, edukasi menabung haji diharapkan dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan keluarga sekaligus menumbuhkan kesadaran beribadah sejak dini.
Rangkaian Kelima, BSI Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Lutfi menyebut Lampung Tengah Berhaji merupakan rangkaian kelima dari program serupa yang telah dilaksanakan BSI di sejumlah kabupaten, kota, dan tingkat provinsi.
Tingginya antusiasme masyarakat menjadi dorongan bagi BSI untuk terus mengembangkan kegiatan edukasi melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.
Ia berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang layanan keuangan syariah, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam mempersiapkan ibadah haji secara lebih terencana.
Melalui perpaduan tausiyah keagamaan dan edukasi perbankan syariah, Lampung Tengah Berhaji diharapkan menjadi pengingat bahwa niat menuju Baitullah perlu diiringi ikhtiar, doa, dan persiapan yang matang.
Bagi masyarakat yang mendambakan panggilan ke Tanah Suci, langkah kecil yang dimulai hari ini, memperkuat niat, meningkatkan pengetahuan, menjaga kesehatan, dan merencanakan tabungan, dapat menjadi bagian dari ikhtiar panjang menuju ibadah haji. (red)












