Ketua LSM Basmi Lamteng Abdul Razak  Menduga Surat Rekom Pengelolaan IPAL YMC Bermasalah 

Lampung Tengah, INTAILAMPUNG.COM – Lembaga Barisan Muda Indonesia (Basmi) Lampung Tengah (Lamteng), menduga rekomendasi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Yukum Medikal Centre (YMC) dalam penanganan limbah terindikasi bermasalah.
Indikasi ini, diperkuat dengan tidak diperbolehkannya surat/dokumen berkas pengelolaan IPAL milik RS YMC meski hanya sekedar untuk di foto, sebagai dasar bukti media.
“Mohon maaf mas, tidak boleh di foto kalau sekedar lihat saja boleh,” sahut Ice, Kasi Sanitasi Rs YMC.
Ketua LSM Basmi Abdul Razak menyayangkan, atas ketidak trasparasiannya Rs YMC, lantaran tidak diperbolehkannya berkas pengelolaan IPAL Rs YMC untuk di foto. Meski sekadar untuk bukti media.
“Semestinya dokumen atau berkas tersebut, (Pengelolaan IPAL Rs YMC), tidak masalah jika hanya sekedar di foto. Kan bukan dokumen rahasia Negara, yang harus di rahasiakan,” ucap Razak, usai menemui pihak Rs YMC, Senin (12/11/2018).
Ia mengungkapkan, bahwa persoalan limbah rumah sakit menjadi permasalahan yang kompleks, jika tidak di kelola dengan benar. Karena akan banyak menimbulkan dampak bagi ekosistem dan lingkungan, sekitar rumah sakit.
“Apalagi dalam penanganan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Rumah Sakit. Jika limbah ini tidak di tangani dengan baik, maka akan menimbulkan dampak yang negatif bagi lingkungan dan ekosistem sekitar,” cetusnya.
Kata Razak, dalam pantauan dilapangan yang dilakukan pada, Jum’at (9/11/2018) lalu di lokasi IPAL RS YMC. Ia menilai, bahwa kondisi IPAL kurang maksimal dalam pengelolaan limbah. Lantaran, kondisi septic tank tidak tertutup rapat. Sehingga limbah cair banyak bercampur dengan limbah padat, seperti sampah dan dedauan, serta banyak diduga banyak limbah padat lainnya yang bercampur denga limbah cair.
Selain itu, Razak juga menduga, pengelolaan limbah cair yang dilakukan  Rs YMC dengan sistem aerob kurang maksimal. Sebab, buangan air limbah masih dalam kondisi kotor keruh dan berbau menyengat.
Namun Ice menyanggah, bahwa keruhnya air limbah, di sebabkan kondisi air hujan. “Kemungkin keruhnya air itu disebabkan karena air hujan. Kita kan sudah siapkan dua kincir air sebagai reaktor untuk penetralisir,” sangkalnya.
Razak menyimpulkan, bahwa untuk pengelolaan limbah cair khususnya B3 harus ada pengelolaan yang lebih spesifik. Contoh seperti di rumah sakit-rumah sakit berstandar yang sudah mengunakan tabung pengelolaan limbah B3.
Seharusnya, sebelum dialirkan kekolam penampungan, limbah B3 dikelola dengan tabung pengelolaan limbah secara tersendiri. Sehingga ketika dibuang ke kolam penampungan dan dibuang ke aliran sungai tidak mencemari lingkungan dan benar-benar bersih.
“Inikan kalau saya lihat di Rs YMC, semua limbah cair hasil dari kegiatan rumah sakit, yang kemungkinan dari hasil laundry, laboratorium, dan lainnya semua bercampur menjadi satu. Sehingga jika pengelolaannya tidak tepat akan berbahaya bagi lingkungan,” tandasnya. (Intai).

Baca Juga

LAINNYA