Pembangunan Pertokoan di Kota Metro Bisa Sumbang PAD Rp7,450 Miliar

METRO, INTAILAMPUNG.COM – Kontribusi pembangunan pertokoan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman diproyeksikan sumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp7,450 miliar.

Hal ini diketahui dari hasil rapat dengar pendapat (rdp) DPRD Metro bersama Sekertaris kota Sekkot Metro A Nasir AT di kantor diprd setempat, Kamis (25/7/2019).

“Untuk kontribusi yang bisa menjadi PAD ini senilai Rp7,450 miliar. Kemudian pemkot akan mendapatkan 10 persen bangunan atau sekitar 4 toko yang bisa dijual pemkot dan masuk dalam PAD. Lalu pajak dan retribusi selama 30 tahun menjadi milik Pemerintah Kota Metro,” kata Nasir.

Menurutnya, untuk pembangunan ruko di Jalan Jenderal Sudirman tersebut dibagi menjadi 4 lantai. Untuk 2 lantai ke bawah akan dibangun basement sebagai lokasi parkir kendaraan. Kemudian di lantai 2 akan dibangun sebanyak 20 toko dan lantai 4 juga sebanyak 20 toko.

Baca Juga

“Lantai ke 3 ini untuk toko dan lantai keempat untuk food court. Kemudian untuk proses lelang sudah dilaksanakan dengan pemenang lelang PT. Sang Bima Ratu,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk kontribusi pajak dan retribusi tersebut nanti disesuaikan dengan peraturan daerah. Sedangkan untuk hak guna bangunan (HGB) tersebut diperuntukan dengan jangka waktu selama 30 tahun.

“Kita hanya modal tanah saja. Untuk bangunannya dibangun oleh pengembang. Tapi kita akan dapat kontribusi yang bisa dikelola pemkot seperti pajak dan retribusi ini,” tukasnya.

Sementara Ketua DPRD Kota Metro Anna Morinda berharap Pemkot Metro dapat memasukkan Garis Sepadan Bangunan (GSB) sebagai persyaratan dasar pembangunan dalam MoU. Sehingga tidak mengulang persoalan pada 2012 silam.

“Dulu kita mau membangun kembali kendalanya GSB. Jadi jangan sampai terulang lagi. GSB harus jadi dasar pembangunan ulang. Kami juga berharap pembangunan Pertokoan di Jalan Jenderal Sudirman ini sesuai dengan gambar yang ditunjukkan saat hearing. Jangan seperti Mega Mall,” tutupnya. (iwn/intai).

LAINNYA