Dokter RSUAM Mogok, Ini Kata DPRD Provinsi

Bandar Lampung, Intailampung.com-Adanya mogok kerja para dokter di Rumah Sakit Umum Abdoel Muluk. Membuat anggota DPRD Provinsi Lampung Apriliati fraksi PDI-P angkat bicara.

Wakil rakyat tersebut, menilai fatal hingga terjadinya mogok delapan dokter spesialis RSUDAM. Padahal anggaran kesehatan dari APBD Provinsi Lampung cukup besa sekali, kata Apriliati.

“Harus segera dicari jalan penyelesaiannya, ini bahaya karena menyangkut nyawa manusia. Jika sekarang dokter anak, bisa jadi besok dokter bagian lain menyusul,karena jelas masaahnya jasa mereka mandek,” kata politisi dua periode ini.

Melihat polemik di RSUDAM yang tak kunjung henti dari berbagai sisi lain, seharusnya Pemerintah Provinsi Lampung yang dipimpin mantan Sekdaprov Arinal Djunaidi mensikapi secara cepat dan tepat, terintegrasi, dan melibatkan OPD terkait permasalahan mundurnya kedelapan dokter spesialis dari dua poliklinik tersebut. Apalagi saat ini RSUAM type A dengan hanya memiliki satu orang dokter spesialis bedah dalam,inikah bisa kita sebut type A…?

Imbas “mundurnya” kedelapan dokter spesialis bedah dan anak itu, pelayanan dua poliklinik, yakni pelayanan Poliklinik Penyakit Dalam dan Poliklinik VCT, ditutup terhitung sejak Jumat (6/9) terbukti dengan keluarnya surat yang ditujukan kepada Kepala Instalasi Gawat Daerah (IGD). Surat bernomor 446/532244/VII.02/4.2/IX/2017 tertanggal 3 September 2019.

Harus dicari akar permasalahannya, karena dengan rumah sakit tipe A, tapi tidak disertai pelayanan yang baik, dokter spesialis bedah umum hanya ada satu orang, patut dipertanyakan dan dicarikan akar persoalannya, ujar wakil rakyat dua periode itu.

Diketahui, Surat yang dikeluarkan Dirut RSUDAM dr.Hery Djoko Subandriyo,M.KM, tersebut,menyatakan kekurangan jumlah DPJP bedah umum dan menyatakan hanya memiliki satu orang dokter spesialis bedah umum di RSUDAM. (Intai)

Baca Juga

LAINNYA