Hairudin Tuding Kades Waylayap Tutup Mata

PESAWARAN – Kepala Dusun Binong Desa Waylayap Kecamatan Gedongtataan Pesawaran, Hairudin menyayangkan tanggapan kepala desa yang selama ini diduga tidak ada kepedulian terhadap warganya yang terkena penyakit lumpuh selama 18 tahun yang tidak cepat laporkan ke pemerintah dan dinas terkait.

“Ya saya sangat menyangkan Kepala Desa, warga yang terkena penyakit ini kan berdekatan dengan kantor Pemda pesawara. Karena saya kan baru Enam bulan, Kepala Desa Waylayap (Ismed Inanu), sudah tau lama, bahkan dia pernah ngasih korsi roda, tetapi upaya untuk merujuk kemedis sampai saat ini belum karena dia bilang akan diusahakan ke dinas sosial,” ungkapnya saat ditemukan di depan rumah warga yang sakit, Kamis (7/11/19).

Hairul juga mengatakan, warga ini tidak kenapa upaya harus dilarut-larut karena beralasan dengan aktifitas.

” Untuk Warga ini tidak di dulukan karena alasan ketumbur dengan waktu kerja mas” kata dia

Sementara Camat Gedongtataan Pesawaran Iqbal mengatakan, bahwa akan lebih disaring dahulu.

“Kepala desa pasti ngelaporin keseluruhan kesaya. Tapi saya suling dulu akan kita sampaikan ke dinas sosial,” tegasnya

Namun sangat disayangkan Kepala Desa Waylayap Ismet Inanu saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya dalam kondisi tidak aktif.

Sebelumnya diberitakan, Warga Desa Waylayap Dusun Binong Kecamatan Gedongtataan Pesawaran Ani (38), penderita lumpuh puluhan tahun pemerintah pesawaran diduga tutup mata.

“Saya penderita lumpuh semenjak anak saya umur 3 bulan, sampai sekarang anak saya sudah 18 tahun yang kini masih duduk di bangku SMK Pelita kelas 3,” ungkapnya saat ditemui dikediamannya Kamis (7/11/19).

Ani, yang hidup janda dengan penderita lumpuh tersebut mengatakan, sakit yang diderita ini agar dapat bantuan kesembuhan. Namun dengan keadaan kaki mengecil dan tangan tidak bisa bergerak maka terpaksa ia kesehariannya hanya terdampar di tempat tidur.

  Brigpol Cahyo Wisnu Bantu Masyarakat dan Guru Mengajar

“Saya hidup menjanda, dan sehari-harinya hanya ditempat tidur dan lumpang hidup sama orang tua, saya minta terhadap pemerintah agar bisa memberi pelayanan kesembuhan saya, (Tolong Pak Bupati Dendi Romadhona),”kata dia

Sementara, Sanah (60) ibu dari Ani mengatakan, dirinya ini sakit lumpuh sudah ada 18 tahun setelah habis melahirkan anak putrinya (Yati Sakila).

“Anak saya ini pernah berobat di klinik Asoffa sejak tahun 2012 lalu. Itupun hanya mengecek, nah sampai saat ini belum pernah lagi untuk berobat di tenaga medis, karena kebentur dengan biaya,”ujarnya

“Makan saja disuapin mas, dan mandi buang air kecil, besar dibopong maka saya berharap kepedulian pemerintah pesawaran,” pungkasnya (Oni/win)