PESAWARAN – Warga Desa Waylayap Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran mempertanyakan pekerjaan lapen di Dusun Malang Nengah yang di pekerjakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bernilai Rp 1,1 milyar rupiah yang dikucurkan oleh pemerintah pusat pada tahun 2019 ini.
“Ko kerjaan nya seperti ini sedangkan dana untuk pekerjaan nya mencapai milyaran rupiah di putus dijalan pekerjaannya itu, ada apa?,” Ungkap warga setempat yang engga di sebut namanya
Dijelaskannya, pekerjaan yang dimulai sejak pertengahan bulan Oktober tahun ini, sepanjang kurang lebih satu kilo meter. Sementara fisik yang dikerjakan ini hanya sebatas lapen sedangkan yang didengar waktu itu sampai tingkat hotmix yang diperuntukan keseluruhan panjang jalan yang sudah di tetapkan
“Kalau yang saya dengar yang kerja dulu bilang sampai 1307 meter, dan pekerjaan nya sampai hotmix bukan lapen, ko dilapangan juga masih ada kurang lebih 300” kata Dia
Dia juga mengharapkan terhadap pemerintah melalui dinas terkait agar pekerjaan jalan di desa ini segera di perbaiki.
Sementara Kepala Dinas (Kadis) PUPR Pesawaran Zainal Fikri menyayangkan pekerjaan hotmix tidak diselesaikan karena adanya peraturan menteri keuangan.
“Kalau begini masyarakat pesawaran yang dirugikan, seharusnya jalan rampung dengan adanya peraturan keluar dengan cara bertahap di bulan Oktober lalu, maka jalan di berhentikan,”pungkasnya (Oni/win)











