Akan Dilaporkan MTM ke APH, Kepala SNVT Heriyanto : Tanya PPK

 

Bandar Lampung, Intailampung.com-Rencana Dewan Direktur Masyarakat Transparansi Merdeka (MTM Lampung) akan membuat laporan resmi ke aparat penegak hukum terkait Proyek APBN di Provinsi Lampung yang diduga bermasalah.

Menuai tanggapan dari Kepala Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Lampung Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Heriyanto.

Dalam siaran persnya Ashari Hermansyah, Dewan Direktur MTM Lampung menyampaikan surat kalrifikasi dan konfirmasi kepada Satuan kerja Rabu pekan lalu, dan belum ada jawaban, maka kami akan segera bersikap untuk melaporkan ke penegak hukum.

Namun Heriyanto mengaku terkait masalah tersebut nampaknya buang badan. Ia meminta agar Intailampung.com, menanyakan langsung ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

“Konfirmasi ke PPK aja pak,” kata Heriyanto.

Bahkan Heriyanto mengaku terkait pembangunan rumah susun yang dituding oleh MTM, menuai masalah. Dirinya membantah, ia menyebutkan tidak ada kendala yang cukup besar dalam pengerjaan proyek pembangunan Rusun.

Selain itu, selama pengerjaan pembangunan tersebut, semuanya dilakukan dengan memenuhi aturan

Diketahui, pengerjaan Rusun tersebut dimenangkan oleh PT Sihyong Jaya Persada.

“Pengerjaan lancar. Insyaallah sesuai kata Pak Menteri, akhir tahun 2021 ini rampung,” demikian kata Heriyanto

Diketahui, menurut Ashari dari sejumlah satker yang dikirimkan surat sudah ada beberapa yang memberikan tanggapan melalui lisan dan tidak resmi diantaranya Heriyanto  Kepala Satker SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Lampung.

Setali tiga uang Satuan kerja Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan Ham Provinsi Lampung , sampai saat ini tidak ada indikasi memberi jawaban.

DIketahui Berdasarkan survei, monitoring dan evaluasi (MONEV) terhadap beberapa Proyek Infrastruktur MTM menemukan indikasi nyaris semua proyek APBD di Lampung diduga bermasalah.

“Hasil Monitoring yang sudah MTM lakukan evaluasi sementara untuk pertama kali  dapat kami sampaikan ada beberapa proyek APBN di Lampung bermasalah,” seperti Pembangunan Pengaman Pantai Kalianda (Pantai Sukaraja), proyek rusun Unila dan Itera,”ujarnya.

Kemudian yang juga menjadi sorotan yakni pembangunan dua Gedung Rusun Universitas Lampung Unila dan Rusun Ittera.

Dua kegiatan rusun Universitas Lampung dikerjakan PT. Sihyong Jaya Persada senilai  Rp 11,659 miliar dan Rusun Itera dikerjakan PT Pubakot Jaya Abadi, dengan nilai Rp 23,436 miliar diduga tidak sesuai spek dan mengalami keterlambatan.

Proyek lain yang juga bermaalah yakni pembangunan Pengaman Pantai Kalianda objek Pantai Maja, di Kabupaten Lampung Selatan dikerjakan PT. Mina Fajar Abadi dengaan nilai anggaran Rp.38 Miliar

Selanjutnya proyek pembangunan Rumah Susun Institut Teknologi Sumatera (Itera) Bandar Lampung, dikerjakan PT Pubakot Jaya Abadi, dengan anggaran Rp23,436 miliar.

Seterusnya proyek rehabilitasi bangunan gedung kantor wilayah Kemenkumham Lampung, dikerjakan CV Tiga Jayautama, dengan anggaran Rp5,228 miliar. Dan proyek Jalan Lingkar Itera, Kabupaten Lampung Selatan,yang dikerjakan PT Bangun Yodya Persada, anggaran Rp 19,9 miliar .

Azhari menjelaskan pada pekerjaan pembangunan Pengaman Pantai Sukaraja, Kalianda dan Pantai Maja, pihaknya menemukan beberapa item yang diduga bermasalah.

“Kami menduga terdapat beberapa item pekerjaan bermasalah, diantaranya, Galian C, pekerjaan Revetmen, pekerjaan Tanggul dan juga Drainase,” kata Azhari melalui rilis kepada awak media.

“Kalau pekerjaan jalan yang perlu diperhatikan struktur bagian-bagian jalan, seperti pekerjaan perkerasan, Drainasenya, jenis dan mutu agregate yang digunakan, kemudian pekerjaan Lean concrete (LC), common embankment (Timbunan Tanah), Rigid pavement, dan juga memperhatikan volume ketebalan AC BC dan Juga AC WC,” kata Ashari.

Terpisah Pelaksana Lapangan Pembangunan Pengaman Pantai Sukaraja, Kalianda, PT. Basuki Rahmanta Putra, Nainggolan, mengatakan saat ini pelaksanaan pekerjaan dalam tahap penyusunan batu bolder dengan pekerjaan pembuatan tanggul dari tanah.

Kemudian diatas tanah tersebut akan diberikan pasangan paping block, rumput untuk jogging treck, dan pada sisi miring akan diberikan pekerjaan glas blok pada bagian kemiringan tanggul.

“Pekerjaan pantai ini memiliki panjang Panjang sekitar 2.200 meter, yang menjorok kesungai 40 meter, ketinggian 4 meter diatas permukaan laut dibawah air laut sekitar 2 meter, kalau Limit pelaksanaan pekerjaan sekita bulan Oktober 2021,” katanya kepada awak media. (Bong)

Baca Juga

LAINNYA