Bandar Lampung, Intailampung.com-Pemerintah Daerah Provinsi Lampung meraih penghargaan sebagai penghargaan provinsi terbaik dalam inovasi pengembangan akses keuangan di sektor pertanian dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2021.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso kepada Gubernur Lampung Ir H.Arinal Djunaidi disaksikan langsung oleh Plh Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri pada Rapat Koordinasi Nasional TPAKD 2021 di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (16/12).
TPAKD Award merupakan penghargaan rutin yang diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja TPAKD yang terus berusaha memperluas akses keuangan hingga ke daerah. Penilaian didasarkan atas implementasi program kerja yang telah berjalan selama tahun 2021 dan telah dilakukan pada tanggal 16 November 2021 secara daring.
Tim penilai terdiri dari Sarjito – Deputi Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Erdiriyo – Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kemenko Perekonomian. Kemudian Budi Santoso – Direktur BUMD, BLUD dan Barang Milik Daerah Kementerian Dalam Negeri, I Gede Putra Arsana – Senior Financial Sector Specialist, Finance, Competitiveness & Innovation World Bank dan Chaikal Nuryakin – Kepala Kelompok Kajian Ekonomi Digital dan Ekonomi Perilaku LPEM FEB Universitas Indonesia.
Diketahui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah dan Industri Jasa Keuangan terus berupaya meningkatkan akses keuangan masyarakat yang diyakini bisa mendorong pemulihan ekonomi nasional dan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2021 yang digelar secara hybrid di Jakarta, Kamis.
“Masih terdapat kesenjangan inklusi keuangan di wilayah perkotaan dan perdesaan, yaitu sebesar 83% dan 68%. Atas dasar hal tersebut, percepatan akses keuangan di daerah menjadi sangat penting dan perlu diperhatikan agar dapat menjangkau ke seluruh daerah,” kata Wimboh.
Menurut Wimboh, keberadaan TPAKD juga sangat penting dalam menyerap program- program yang dikeluarkan Pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi seperti program KUR untuk mendorong kemajuan UMKM.
“OJK terus mendorong penyaluran KUR ini. Kemarin kami telah bertemu dengan pimpinan perbankan membahas agar target KUR tahun ini Rp285 triliun bisa tercapai. Dan saya yakin sampai akhir tahun angka itu bisa tercapai,” katanya.
Melalui TPAKD ini, OJK juga mendorong adanya inovasi-inovasi pembiayaan sektor usaha masyarakat di daerah seperti pinjaman melawan rentenir ataupun pengembangan KUR klaster lainnya.
“Kalau ada KUR klaster yang belum terlayani pembiayaan serta pengembangannya, bisa disampaikan ke OJK. Kalau ada masyarakat yang alami kesulitan akses pembiayaan tolong beritahu kami. Kami selalu berupaya membantu kebutuhan masyarakat,” katanya.
Atas itu Pemerintah Daerah Provinsi Lampung menerima penghargaan tersebut melalui salah satu program unggulan Provinsi Lampung, yaitu Kartu Petani Berjaya yang dinilai memiliki upaya untuk mendorong akses keuangan daerah melalui sektor unggulan pertanian yang dimiliki oleh Provinsi Lampung.
Hingga 30 November 2021, 1.045.045 petani terdaftar di program KPB, 211.505 petani teregistrasi di program KPB, penyaluran KUR Tani melalui program KPB kepada 10.303 petani sebesar Rp248,54M, penyaluran asuransi usaha tani padi (AUTP) melalui program KPB sebanyak 19.520 ha dengan jumlah polis sebanyak 32.073 petani dan pendapatan premi sebanyak Rp3,51M.
Lepas menerima penghargaan, Arinal menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat sebagai salah satu upaya untuk menurunkan ketimpangan sosial antara perdesaan dan perkotaan, salah satunya melalui Kartu Petani Berjaya (KPB).
KPB merupakan program unggulan di bidang pertanian untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani melalui penyelesaian permasalahan terstruktur, sistematis dan terintegrasi dengan memanfaatkan sistem teknologi informasi.
“Dalam menjalankan kegiatan usaha taninya akan menjadi lebih efisien dan petani mudah untuk mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan”, jelas Arinal.
Hadir mendampingi Gubernur Lampung, Kepala OJK Provinsi Lampung – Bambang Hermanto. Bambang mengapresiasi penghargaan yang diterima oleh Gubernur Lampung.
“Kami mengapresiasi dukungan dari Gubernur Lampung atas program kerja TPAKD Provinsi Lampung yang berjalan dan akan terus bersinergi untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Lampung. Kami berharap sinergi dan kolaborasi TPAKD dan Pemerintah Provinsi Lampung dapat menghasilkan inovasi dan implementasi program peningkatan akses keuangan daerah yang lebih meluas dan mampu mewujudkan industri jasa keuangan yang lebih berdampak positif dan berkualitas”, tutur Bambang. (Rls)












