Intailampung.com, Tulang Bawang – Atasi kebutuhan masyarakat dampak kelangkaan minyak goreng di pasaran dan harga yang terpaut tinggi, Pemerintah kabupaten Tulang Bawang akan adakan bazar minyak goreng murah.
Informasi bahagia itu diposting Bupati Tulang Bawang Winarti dalam postingan sosial media Instagram pribadinya (winartiku.winartiku), Sabtu (19/2).
Dalam cuitannya mengatakan, jika pemerintah Tuba akan menggelar bazar minyak goreng yang dilaksanakan di Menggala dan Unit 2 pada esok hari Senin dan Selasa (21-22 Februari).
“Saya berharap semua pihak bisa berkontribusi ikut bergotong royong agar semua berjalan secara teratur. Utamakan tetap memakai Masker ya gaess,” tulis Bupati Winarti.
Karena saat ini masyarakat Tuba mengeluh akibat langka dan mahalnya bahan dapur minyak goreng yang sudah berlangsung lebih dari dua bulan belakangan, mendengar hal tersebut sontak mendapat respon positif dari berbagai kalangan masyarakat Tulang Bawang.

Rika salah satu IRT warga Kecamatan Menggala, Ujung Gunung Udik, menyampaikan keluh kesahnya kepada awak media ini, dirinya menggambarkan betapa sulitnya mencari minyak goreng untuk kebutuhan memasak sehari-hari, selain itu harganya yang terbilang mahal sulit dijangkau baginya yang merasa kurang mampu.
“Harganya yang sangat tinggi saat ini bisa mencapai 30 ribu per liter dan itupun kalau barangnya ada terkadang juga saya ngak bisa beli karena uang saya tidak cukup” keluh Rika kepada media Intai, Minggu (20/2).
Rika berharap kepada Pemkab Tuba untuk dapat mendengar aspirasi masyarakat dan mencarikan solusi secepatnya sehingga perekonomian masyarakat kurang mampu bisa kembali normal seperti biasa.
”Iya, mungkin ini terjadi di semua daerah di Indonesia, tapi pemerintah daerah Tulang Bawang harus punya cara tersendiri untuk menangani permasalahan yang dihadapi masyarakatnya. Tidak mungkin kami masyarakat kurang mampu mengeluarkan uang banyak hanya untuk membeli minyak goreng, sedangkan bahan pokok utama itu adalah beras yang juga sama-sama sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Rika.
Lebih lanjut Rika juga merasa heran, saat minyak goreng langka, beberapa oknum justru memanfaatkan momen ini untuk mencari keuntungan pribadi. Dirinya menerangkan, beberapa orang menjual minyak goreng melalui media sosial Facebook dengan harga yang tinggi.
”Saya sering melihat di media sosial dan bahkan sempat pernah membeli dari salah satu penjual yang ada di Facebook dengan harga 30 ribu per liter nya,” terang Rika.
Rika mengatakan, jika dirinya jiga sempat menanyakan dari mana mereka mendapatkan minyak goreng yang sedang langka itu, sedangkan dirinya mengetahui jika penjual tidak membuka warung dirumahnya.

“Mungkin ini salah satu penyebab terjadinya kelangkaan minyak goreng sampai sekarang, selain memang ada permasalahan penurunan produksi sawit internasional. Saya berharap Pemerintah Tuba dan pihak terkait bisa mengusut tuntas permasalahan ini,” pungkasnya.
Untuk memastikan kebenaran keluhan warga itu, wartawan media ini melakukan pengecekan secara langsung di lapangan. Hasilnya, stok minyak goreng yang ada di pasar-pasar tradisional dan warung sembako hingga toko retail modern yang ada di kota Menggala sulit untuk ditemukan. (Swi/Intailampung.com)












