Ket, Foto : PT LDC di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Way Lunik, Panjang, Bandar Lampung.
INTAILAMPUNG.COM – PT Louis Dreyfus Company (LDC) di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung belakangan menjadi sorotan public. Selain masalah kebisingan, warga juga menyampaikan kekesalanya karena terdampak polusi dari asap pembakaran batu bara yang keluar dari cerobong pabrik.
Sejumlah warga mengaku menderita ISPA, bahkan ditemukan juga beberapa anak yang mengalami batuk pilek disertai demam berkepanjangan.
“Udah bolak-balik berobat ke dokter, ibu saya didiagnosis menderita paru-paru, sekarang saya harus bagi waktu antara kerja dan ngurus ibu,” kata Andi Irawan, warga setempat, Minggu, (26/02/2023).
Selain itu ia juga mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkan dari mesin pabrik. “Suaranya berisik kaya drum band, kalau malam kita jadi susah tidur, ” timpalnya lagi.
Agus Syafrudin warga lainnya menuturkan warga telah sepakat mengajukan sejumlah tuntutan kepada perusahaan diantaranya pemberian kompensasi kepada warga yang tidak diberikan sejak tahun 2016 hingga saat ini, CSR rutin setiap bulan, mempekerjakan warga Kampung Jambu, dan adanya tunjangan kesehatan bagi warga yang sakit karena aktivitas perusahaan.
“Sudah ada perwakilan perusahaan yang nemuin saya ke rumah, dan itu poin-poin tuntutan warga yang telah saya sampaikan ke pihak perusahaan, tapi sampai sekarang belum juga adanya pertemuan,” ungkap Agus.
Terpisah, Camat Panjang, Supriyadi mengatakan pihaknya berencana meminta klarifikasi dan mengundang perusahaan untuk bisa berdialog dengan warga langsung agar dapat dicarikan solusi penyelesaianya.
“Kita akan minta klarifikasi sekaligus mengundang perusahaan untuk berdialog dengan warga supaya ada solusi penyelesaianya. Sudah saya koordinasikan juga dengan Lurah Way Lunik untuk mengatur jadwalnya,” bebernya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Endang Asnawi menyebut pihaknya serius dalam menyikapi setiap keluhan warga. Ia menegaskan Komisi III akan langsung turun meninjau warga, Senin (27/02/2023) besok.
Dikatakanya, Komisi III pun mendesak perusahaan segera menyikapi persoalan ini, baik dalam hal mengakomodir tuntutan warga maupun membenahi apa yang jadi akar permasalahannya.
“Besok kita akan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga. Kita juga minta perusahaan serius menyikapi keluhan warga. Jangan cuek aja dong seolah tidak terjadi apa-apa,” kata anggota Dewan Fraksi PDIP itu.(*)
Laporan/Editor: Ibrahim Hayat












