INTAILAMPUNG.COM – Aktifis sekaligus pemerhati kebijakan pemerintah, Sekretaris NGO JPK Provinsi Lampung, Nurwenda Ratu (Uncu Wenda) mendapat sejumlah teror berantai melalui pesan WhatsApp, telfon dan pesan langsung (DM) akun TikTok.
Teror ini muncul setelah Uncu Wenda mengunggah postingan terkait persoalan RSUD DR. H. Abdul Moloek, dalam akun TikTok,. Membawa media inilampung.com dengan judul Inspektorat telisik praktik ‘foya-foya’ di RSUDAM.
Unggahan Uncu Wenda itu juga ditambah dengan kata-kata sindiran. “Olalaaa…?!?. Pakai jurus Aji mumpung… ??? Karena merasa keluarga Sufmi Dasco…??? Orang dekat Presiden..???” dimana persoalan ini ramai dibahas sejumlah media terkait adanya indikasi dugaan praktik ‘foya-foya’ anggaran di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) milik Pemprov Lampung dalam pengadaan generator set (genset), mendapat perhatian petinggi Inspektorat.
Uncu Wenda mengatakan, bahwa setelah mengunggah postingan terkait RSUDAM berbagai teror muncul dari pesan WhatsApp, telfon dan DM tiktok.
Isi dari teror DM “Jangan sampai menyesal, tolong segera hapus postingan anda terkait https://vt.tiktok.com/ZSXAYpnsT/ Nurwenda Ratu, Metro 10/11/1968/jalan UYI No 125,RT001/RW001, Gunung Sugih Lampung Tengah, Lampung,”
Sementara melalui WhatsApp, Uncu Wenda dikirim pesan IA dengan video wajah dirinya sendiri dengan ucapan “segera dihapus akun TikTok @uncu Wenda”
Sedangkan dalam sambungan telepon dengan nomor tidak dikenal Uncu Wenda mendapat teror serupa, “tolong postingan itu dihapus buk”
Uncu Wenda menegaskan, bahwa tindakan teror pengancaman dengan mengunakan data peribadinya sudah melanggar ketentuan Undang-Undang Perlindungan Data Peribadi (UU-PDP).
Selain itu, pengancaman melalui media elektronik baik media sosial atau media lainnya, sudah jelas telah melanggar ketentuan undang-undang ITE. “Jadi saya peringatkan siapa pun anda, jangan bermain api dengan saya. Dengan ancaman yang anda berikan saya akan lebih melawan,” tegas Uncu.
Uncu menduga, teror yang dialaminya merupakan ulah kroni pejabat-berjabat yang merasa risih dan gerah atas kritik pemberitaan berbagai media maupun Ormas dan LSM. Yang kemudian mereka menggunakan kekuasaan memerintah orang orangnya melakukan teror dan mengunakan Cyber team untuk mencari data peribadinya sebagai bahan untuk pengancaman.
Uncu Wenda kembali menegaskan, bahwa dirinya tidak takut dan tidak akan mundur dengan teror dan ancaman yang diberikan. “Saya tidak takut dan tidak akan mundur selangkah pun dengan teror seperti ini, ingat!. Saya akan lebih menjadi jadi dan akan saya bongkar semua. Jika anda menggunakan kekuasaan, saya akan lawan lewat jalur langit dan pasukan kodam untuk menumpas kezaliman anda!,” canda Uncu. (red)












