Menakar Langkah Plt Bupati l Komang Koheri “Menuju Lampung Tengah Berdikari” Antara Keberlanjutan dan Ribuan Ujian

OPINI – Kabupaten dengan wilayah terluas di Provinsi Lampung, kini berada di persimpangan jalan pembangunan yang krusial. Di bawah kepemimpinan Pelaksana tugas (Plt) Bupati. l Komang Koheri roda pemerintahan dituntut tidak sekadar berputar menjaga status, melainkan harus bergerak lebih cepat.

Menakhodai daerah dengan potensi pertanian, perkebunan, dan geopolitik yang begitu besar ini menempatkan sang Plt Bupati di antara dua tantangan besar: menjaga keberlanjutan visi “Lampung Tengah Berdikari” sekaligus menjawab ujian akselerasi pembangunan yang dinanti oleh masyarakat.

​Visi “Lampung Tengah Berdikari” bukanlah sebuah slogan kosong, melainkan cetak biru pembangunan yang menekankan pada kesejahteraan masyarakat, kemandirian ekonomi berbasis pertanian dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sebagai Plt.Bupati Lamteng, l Komang Koheri yang naik tahta menggantikan posisi Ardito Wijaya, saat ini memikul ekspektasi dan tantangan yang tidak mudah. ​Melihat rekam jejaknya dari seorang anak transmigran, pengusaha beras, hingga pernah duduk di DPR RI, dan saat ini Pekerjaan Rumah (PR) besar yang menjadi fokus beliau saat ini adalah, memastikan tidak ada “Patahan” dalam transisi kebijakan yang di pimpinnya saat ini.

Bahkan, dapat menjamin bahwa mesin birokrasi tetap berjalan solid tanpa terganggu oleh dinamika politik transisi. Keberlanjutan program jaminan sosial, perbaikan infrastruktur jalan, dan penguatan sektor pertanian harus tetap menjadi prioritas utama.

​Keberlanjutan juga berarti menjaga komitmen pelayanan. Ketika masyarakat melihat bahwa program-program unggulan tetap berjalan lancar tanpa hambatan birokratis, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah akan tetap terjaga di level tertinggi.

​Jika keberlanjutan adalah soal menjaga fondasi, maka akselerasi adalah soal bagaimana membangun struktur di atasnya dengan lebih cepat dan efisien. Di era digital dan tuntutan transparansi yang tinggi, Plt Bupati. l Komang Koheri sedang dihadapkan pada sejumlah ujian akselerasi yang nyata.

​Sebagai sentra logistik dan perlintasan utama di Lampung, infrastruktur jalan di Lamteng, selalu menjadi sorotan. Akselerasi perbaikan jalan kabupaten, terutama yang menghubungkan sentra-sentra produksi pertanian ke pasar, menjadi ujian utama.

  Bijak Mendidik, AI Sebagai Sahabat Guru dan Siswa

Saat ini publik tidak hanya butuh janji perbaikan, tetapi eksekusi yang cepat sebelum musim panen tiba. ​Diketahui bahwa Lamteng, adalah lumbung pangan. Namun, tantangan klasik seperti ketersediaan pupuk, fluktuasi harga komoditas, dan modernisasi alat pertanian membutuhkan langkah-langkah terobosan.

l Komang Koheri dituntut untuk melahirkan kebijakan taktis yang langsung menyentuh petani di akar rumput secara cepat, bukan sekadar kajian-kajian teoritis.

​Akselerasi birokrasi hanya bisa dicapai melalui digitalisasi. Memotong rantai birokrasi yang panjang dalam pengurusan perizinan dan administrasi kependudukan akan menjadi indikator sukses apakah kepemimpinan Plt Bupati mampu membawa Lamteng, berlari kencang atau justru berjalan di tempat.

​Menyeimbangkan antara menjaga keberlanjutan dan melakukan akselerasi memang bukan perkara mudah. Plt.Bupati harus mampu memainkan peran sebagai Konsolidator sekaligus Eksekutor.

Netralitas dan kondusivitas birokrasi ​salah satu tugas paling krusial bagi seorang Plt Kepala Daerah, terutama menjelang sirkulasi politik.

la, harus mampu menjamin netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah Plt Bupati dalam menjaga soliditas internal birokrasi akan menentukan seberapa efektif pelayanan publik tetap berjalan. Jika birokrasi terjebak dalam politik praktis, maka target “Lampung Tengah Berdikari” dipastikan akan meleset.

Dimana, keberhasilan tidak selalu diukur dari lahirnya program baru, melainkan dari kemampuan I Komang Koheri dalam menuntaskan dan menyempurnakan program yang sudah ada agar menyentuh lapisan masyarakat terbawah.

Menakar keberhasilannya bukan tentang seberapa megah janji baru yang diumbar, melainkan seberapa kokoh ia menjaga fondasi “Lampung Tengah Berdikari” agar tidak goyah di tengah dinamika yang ada. Konkretnya aksi di lapangan akan menjadi pembuktian apakah langkah ini merupakan lompatan maju atau sekadar jalan di tempat.

​Kabupaten Lampung Tengah, saat ini tidak lagi sekadar menjadi kabupaten perlintasan di jantung Provinsi Lampung. Di bawah narasi besar, dan cita-cita Plt. Bupati l Komang Koheri untuk “Pulih Bersama, Agar Lampung Tengah Tumbuh Lebih Kuat,”

ltu bukan sekadar slogan pascapandemi atau jargon pembangunan biasa, melainkan sebuah pergerakan kolektif antara pemerintah, sektor swasta, dan seluruh elemen masyarakatnya mau bergerak bersama.

  Singgung Jalan Rusak di Lamteng, Tausiyah Ustaz Solmed Ibaratkan Jalan Bak Laut Timbul Tenggelam

​l Komang Koheri harus mampu menata kembali fondasi yang sempat terguncang. ​Perjalanan menuju era baru ini tidak dilalui dengan mudah. Seperti daerah lain di Indonesia, Lamteng, sempat menghadapi hantaman keras akibat ketidakpastian global dan dampak pandemi beberapa tahun lalu. Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung daerah, rantai pasok komoditas unggulan, hingga denyut nadi UMKM sempat berjalan lambat.

​Namun, karakter masyarakat Lampung Tengah yang tangguh dan pekerja keras menjadi modal sosial terbesar. Pemulihan tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui pendekatan yang holistik. Pemerintah daerah mulai mengintegrasikan sistem pelayanan publik, mempermudah iklim investasi, dan mempercepat digitalisasi di berbagai lini.

Hasilnya, perlahan tapi pasti, roda perekonomian kembali berputar dengan ritme yang bahkan lebih cepat dari sebelumnya.

Warisan Kepemimpinan l Komang Koheri Yang Dinanti Masyarakat Dikemudian Hari:

Pada akhirnya, masa jabatan seorang Pelaksana Tugas mungkin dibatasi oleh waktu dan regulasi. Namun, dampak dari kebijakan yang diambil dalam waktu yang singkat tersebut bisa berdampak dalam jangka panjang.

​Langkah Plt Bupati Lamteng, l Komang Koheri saat ini tengah ditakar oleh publik. Apakah kepemimpinan ini hanya akan dicatat sebagai masa transisi yang administratif dan dingin, ataukah akan dikenang sebagai periode krusial di mana fondasi “Lampung Tengah Berrdikari” berhasil diakselerasi demi kesejahteraan rakyat yang lebih nyata? Ujian itu sedang berlangsung, dan jawabannya ada pada kecepatan serta ketepatan setiap kebijakan yang diambil hari ini.

​Perlu di ingat bahwa, keberhasilan fase transisi ini sangat bergantung pada kemampuan Plt Bupati. l Komang Koheri dalam merangkul seluruh elemen: Forkopimda, tokoh adat, pelaku usaha, hingga masyarakat sipil. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama agar akselerasi tidak menimbulkan guncangan di dalam sistem birokrasi yang sudah ada saat ini.

By : RIKI ANTONI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *