INTAILAMPUNG.COM – Camat Merbau Mataram, Lampung Selatan, Heri Purnomo didampingi Kepala Desa Tanjung Baru, Helmi Yusuf, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Tanjung Baru mengunjungi rumah Sarwanah (70) korban kebakaran di Desa Tanjung Baru, Senin, (29/05/2023) sore.
Peristiwa kebakaran yang menimpa rumah warga dusun Kampung Sawah ini terjadi pada Senin, 29 Mei 2023, sekitar pukul 16:00 WIB.
Api menghanguskan seluruh bangunan rumah yang dihuni Sarwanah bersama anaknya, Tohir hanya dalam waktu 30 menit, lantaran konstruksi bangunan dari papan dengan tembok geribik merupakan bahan yang memang mudah terbakar.
Heri menyebut, kunjungan itu pun dalam rangka meningkatkan koordinasi dengan desa. Dengan memonitor keadaan situasi desa. Salah satunya penanggulangan terhadap bahaya kebakaran.

Pada kesempatan itu, Heri Purnomo juga memberikan semangat kepada korban atas musibah yang terjadi.
“Musibah adalah hal yang tidak bisa diperkirakan. Semoga korban dapat menerima hal ini dengan penuh kesabaran,” tutur Heri.
Di sisi lain, Heri juga turut bersyukur karena peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Meski keluarga harus menanggung kerugian yang ada.
Heri juga menginstruksikan Kepala Desa untuk memberikan bantuan melalui dana tanggap bencana.
“Ada rasa iba terhadap apa yang dialam Ibu Sarwanah dan keluarganya. Saya sudah instruksikan Kades untuk memberikan bantuan melalui dana tanggap bencana, meski sementara harus menggunakan dana talangan,” tuturnya.
Dari peristiwa ini, Heri Purnomo mengajak masyarakat untuk mengambil pelajaran agar lebih berhati-hati.
“Malang tak bisa tolak. Tetap optimis, Allah tidak memberi cobaan melebihi kemampuan umat-Nya. Semoga ada kebaikan-kebaikan setelah musibah ini,” tambahnya.
Disaat bersamaan, Kepala Desa Tanjung Baru, Helmi Yusuf menyebut, pihaknya akan menindaklanjuti musibah kebakaran itu ke OPD terkait.
“Jadi sesuai arahan camat, kita segera membuat laporan ke camat untuk dilanjutkan ke bupati agar bisa diteruskan ke BPBD, Dinsos dan Damkar,” jelasnya.
Dari informasi yang intailampung.com himpun, konseleting listrik diduga penyebab munculnya api.
Warga seketika dikejutkan dengan kobaran api yang menyala dari runah Sarwanah yang berukuran 70 meter persegi itu.
Dengan cepat bangunan ludes terbakar. Sementara tidak ada barang yang berhasil diselamatkan.
Dengan lokasi yang jauh dari ibu kota, tidak ada petugas Damkar (Pemadam Kebakaran) yang keburu sampai ke lokasi. Mengingat jarak tempuh pos damkar terdekat ada di Kecamatan Tanjung Bintang.
Api berhasil dipadamkan dengan bantuan warga setempat, yang berjibaku memadamkan api. Adapun kerugian yang dialami Ibu Sarwanah atas musibah itu ditaksir mencapai lebih Ro 50 juta. (*)
Laporan : Sopian LNMS
Editor : Ibrahim Hayat










