Pengaspalan di Ruas Jalan Liwa-Krui Dilakukan Saat Hujan, Kualitas Diragukan

Lampung Barat – Pengaspalan jalan yang dilakukan oleh PT. Subanus di Lampung Barat tepatnya di ruas jalan Liwa-Krui pekon Kubuperahu pada 14 Juni 2023 lalu dilakukan saat terjadinya hujan.

Video pemadatan pengaspalan saat hujan

Pelaksana lapangan, Sukirno saat dihubungi media ini mengatakan, jika pihaknya terpaksa melakukan pengaspalan saat kondisi hujan.

“Saat itu kami sedang melaksanakan pengaspalan namun tiba-tiba turun hujan.
Jadi bukan saat kondisi cuaca sedang hujan kami melaksanakan pekerjaan pengaspalan,” tegas Sukirno.

Dipihak lain, pengaspalan saat hujan tersebut mendapatkan respon negatif dari warga sekitar yang mempertanyakan Standard Operasional Prosedur (SOP) dilapangan.

Menurutnya, pengaspalan yang dilakukan saat terjadinya hujan merupakan kesalahan, sebab hal itu akan berakibat pada penurunan kualitas jalan.

“Saat hujan apabila dilakukan pengaspalan tentu akan mengakibatkan penurunan suhu aspal yang akan berdampak pada berkurangnya kerekatan aspal sehingga kualitas jalan saat selesai dikerjakan tidak maksimal dan mudah rusak,”

“Akibatnya aspal akan mudah terkelupas dan pecah dalam waktu tidak terlalu lama, atau paling tidak setelah dilewati kendaraan bermuatan berat,” ungkap salah satu warga Kubuperahu yang enggan disebutkan namanya.

Dirinya juga menambahkan, bahkan saat dilakukan pengaspalan dan tiba-tiba terjadi hujan, maka seharusnya pengaspalan tersebut dihentikan.

“Harusnya saat terjadi hujan pengerjaan pengaspalan diberhentikan, ini kan tidak, tetap diteruskan. Harusnya tidak ada alasan karena hujan tiba-tiba terjadi, terus pengaspalan tetap dilanjutkan, ini kan tidak benar. Resiko sebagai rekanan ya memang seperti itu,”

“Dapat dikatakan jika mereka tetap melanjutkan pengaspalan saat terjadi hujan, artinya dapat diduga mereka (rekanan) melanggar aturan atau SOP yang berlaku,” terang dia.

Diketahui, dalam ketentuan setiap tahap pengerjaan pengaspalan jalan, Pencampuran Benda Uji Marshall, rentang suhu aspal berada di angka 155 derajat celcius dengan toleransi 1 derajat lebih.

  Lawan Virus Corona, Bupati Parosil Pimpin Penyemprotan Masal Disinfektan

Pemadatan Benda Uji Marshall, berada di kisaran 145 derajat celcius dengan toleransi 1 derajat lebih tinggi. Pencampuran, aspal hotmix harus berada di dalam rentang 145 hingga 155 derajat celcius.

Penuangan ke Truk, 135 – 150 derajat celcius. Pemasokan ke Asphalt Finisher, 130 – 150 derajat celcius. Pemadatan Awal, 125 – 145 derajat celcius. Pemadatan Antara, 100 – 125 derajat celcius. Pemadatan Akhir, kurang lebih 97 derajat celcius. (Ade)