Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemkab Lamteng Rancang Strategi Pola Tanam 2026

INTAILAMPUNG.COM – Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, menggelar rapat koordinasi penyusunan pola tanam, dalam rangka mempersiapkan rencana tanam, Musim Tanam, (MT) l Tahun 2026, yang digelar di Aula Siger Emas lantai IV Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (4/9/2025).

Rapat koordinasi itu diikuti oleh jajaran kepala perangkat daerah terkait dilingkungan Pemkab Lamteng, para penyuluh pertanian, P3A dan petugas irigasi. Agenda ini menjadi langkah penting dalam menyusun strategi dan pola tanam yang tepat, guna memastikan ketersediaan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di Lamteng.

Dalam sambutannya Bupati, Ardito Wijaya menegaskan, pentingnya sinergi dengan seluruh pihak dalam menyusun pola tanam yang sesuai dengan kondisi lahan, iklim, serta kebutuhan pasar.

“Penyusunan pola tanam ini harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan berbasis data. Kita ingin memastikan petani di Lamteng, dapat menanam sesuai jadwal, mendapatkan hasil panen yang maksimal, serta tetap menjaga ketahanan pangan daerah,” ujar Bupati Ardito Wijaya.

Selain itu, menurut Kadis Ketahanan Pangan dan Hortikultura Lamteng, Jumali. S.P, M.I.P menjelaskan bahwa, penyusunan pola tanam melibatkan perkiraan ketersediaan air irigasi, perhitungan kebutuhan air untuk pola tanam yang diusulkan, dan partisipasi aktif dari petani melalui kelompok petani pemakai air (P3A/GP3A/IP3A) untuk memastikan keseimbangan dan efisiensi pembagian air.

“Proses itu bertujuan untuk menetapkan jenis tanaman, waktu tanam, dan pembagian air irigasi secara terencana untuk mendukung target swasembada pangan,” terangnya.

Kemudian Jumali menyebut, untuk menghitung debit andalan air irigasi berdasarkan data debit tahun-tahun sebelumnya untuk memastikan pasokan air cukup. Dalam hal ini, peran balai besar wilayah sungai (BBWS) dan Balai PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air) penting dalam memantau dan menghitung debit air. Dan perhitungan kebutuhan air, dalam mengidentifikasi kebutuhan air untuk berbagai jenis tanaman yang diusulkan petani dalam pola tanam MT l 2026 nanti.

  dr Josi Kembali Terpilih Menjadi Ketua IDI Lampung 2026-2029

“Artinya, optimalisasi penggunaan air, guna memastikan air irigasi terbagi secara efisien dan merata, untuk mengatur siklus tanam untuk mendukung target swasembada pangan nasional. Dan koordinasi antar Stakeholder, dapat mempererat kerja sama antara instansi pemerintah, pengelola irigasi, dan petani,” pungkas Jumali. (rki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *