Stok Kebutuhan BBM saat Ramadan dan Idul Fitri 1446 H Wilayah Lamteng Dipastikan Masih Aman

INTAILAMPUNG.COM – Stok dan pasokan BBM di SPBU 24.341.05 Seputih Jaya, Lampung Tengah saat Ramadan dan Idul Fitri 2026 dipastikan masih aman.

Doni Penanggung Jawab SPBU Seputih Jaya, Lampung Tengah, mengatakan, bahwa distribusi BBM di SPBU Seputih Jaya, tidak ada kendala.

“Insyaallah stok dan pasokan masih aman. Kebutuhan BBM seperti Pertalet, dan Pertamax untuk masyarakat Lampung Tengah masih mencukupi. Kita perhari kebutuhan 8 KL (Kiloliter), untuk BBM jenis Pertamax, dan Pertalet juga sama 8 KL, kadang juga pesan lebih, bisa 16 KL,” tuturnya. Jumat (20/2/2026).

Sejauh ini mengenai distribusi BBM di SPBU Seputih Jaya, aman dan tidak ada kendala. Sebab, SPBU disini selalu di awasi Satgas (Satuan Tugas) sehingga pengiriman BBM di SPBU disini selalu diutamakan.

Terkait dengan harga ada penurunan, per 1 Februari 2026 kemarin, khususnya untuk BBM non Subsidi. Untuk BBM Subsidi masih di harga sama (tetap).

“Khusus untuk Pertamax mengalami penurunan dari Rp 13.600., menjadi Rp 12.100., sedangkan untuk di Pertamini (Pertashop) Pertamax kita jual Rp 12.000, selisih 100 rupiah. Sedangkan untuk Pertamax Turbo, sebelumnya di harga Rp 13.700., menjadi Rp 13.000.,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan, Pelaksana Lapangan SPBU 23.341.02 Tanggul Angin, Kecamatan Punggur, Bobi Hendra, ia memastikan ketersediaan pasokan BBM aman saat Ramadan sampai hari Raya Idul Fitri.

“Ketersediaan pasokan BBM di SPBU kita, baik itu BBM jenis Pertalite maupun Pertamax, kami pastikan aman. Cuma solar yang agak sulit,” ucapnya, Jumat, (20/2/2026).

Bobi Hendra mengatakan, bahwa pasokan BBM di SPBU Tanggul Angin, untuk jenis Pertalite 8.000 liter, namun rata-rata lebih ke 16.000 liter/hari. Untuk Pertamax pasokan tidak dibatasi namun kita rata-rata permintaan 8.000 liter/hari. Sedangkan, jenis BBM Bio Solar pasokannya juga di 8.000 liter sampai 16.000 liter/hari.

  119 Kampung di Lamteng Siap Kembali Gelar Pilkakam

“Untuk BBM jenis Bio Solar ini memang kebutuhannya tinggi, dengan 16.000 liter/hari masih belum bisa mencukupi kebutuhan. Kalau untuk memenuhi kebutuhan bisa 24.000 liter/hari. Namun, dari Pertamina memang membatasi pasokan perharinya 16.000 liter,” ujarnya.

Disampung itu, banyaknya aturan yang melarang setiap SPBU melakukan pengecoran, maka setiap kendaraan yang membutuhkan BBM jenis Solar harus antri. Maka kita lihat banyak kendaraan truk yang antri untuk mendapat BBM Bio Solar ini.

“Kalau kita lihat banyaknya kendaraan truk yang antri ini, memang ingin membeli solar untuk di jual lagi. Karena itu tadi, sekarang aturan diperketat. Ditempat kami tidak ada lagi ngecor pakai jeriken, walaupun ada surat rekomendasi dari dinas. Hal ini kami lakukan untuk menghindari, adanya dugaan tindakan ilegal di SPBU. Kalau kita lihat antrian truk yang ingin membeli solar ini kemungkinan ada permintaan,” terangnya.

Bobi Hendra kembali menegaskan, bahwa terkait dengan pasokan BBM jenis Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan konsumen saat Ramadan sampai Idul Fitri dipastikan aman.

“Karena kami tidak melayani yang lain, hanya konsumen. Kebutuhan BBM jenis Pertalite dan Pertamax perhari untuk melayani konsumen cuma di 4.000 liter sampai 5.000 liter/hari. Jadi dengan pasokan 8.000 liter- 16.000 liter/hari masih kita katakan sangat aman. Sedangkan terkait dengan harga semua SPBU rata sama,” tuntasnya.

Berikut harga rincian BBM terbaru per 1 Februari 2026.

Bio Solar : Rp 6.800.
Pertalite : Rp 10.000.
Pertamax : Rp 12.100.
Pertamax Turbo : Rp 13.000
Pertamina Dex : Rp 13.800
Dexlite : Rp 13.550.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *