INTAILAMPUNG.COM – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan lnformasi dan memperkuat ekosistem literasi di masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Lampung Tengah, menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi pustakawan dan penggiat listerasi.
Kegiatan yang dibuka oleh Plt. Bupati Lamtemg, yang diwakili oleh Ass Bidang Administrasi Umum, Drs. Eko Dian Susanto, ML.IP. Kegiatan ini ditujukan khusus kepada para pustakwan dan penggiat literasi. Acara Bimtek berlangsung di Aula Taman Ceri Gelompong, Bandar Jaya, Kamis (9/7/2026).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kabupaten Lamteng, Bambang Setiawan, S.STP., M.Si menyampaikan, bahwa di era digital yang dibanjiri informasi, peran pustakawan dan penggiat literasi bukan lagi sekadar menjaga buku. Mereka dituntut menjadi filter sekaligus pemandu masyarakat dalam memilah informasi yang valid.
”Pustakawan dan penggiat literasi adalah ujung tombak di lapangan. Melalui Bimtek ini, kita ingin meningkatkan kompetensi mereka agar mampu membimbing masyarakat dalam mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara cerdas, sehat, dan produktif,” ujar Bambang.

Bimtek yang berfokus pada materi dan transformasi digital, berlangsung secara interaktif. Dan menghadirkan tiga orang narasumber ahli di bidang ilmu perpustakaan dan digital literasi seperti, Dr. Prakarsa Panji Negara, SE., M.Si., dari Universitas lampung., Faskhur Haszanah Fajar Mulhayati, Guru Ahli Madya SMAN CMBSS, dari Pandeglang, Banten, serta FH. Senowaty, Guru Ahli Muda SMAN 14, dari Tangerang, dan para pustakawan dan pengiat literasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Lamteng.
Menurut Kadis Pusip Lamteng ini menyebut selama bimtek, para peserta dibekali dengan berbagai materi krusial, antara lain.
Teknik mencari sumber referensi ilmiah dan valid secara cepat di era digital.
Metode verifikasi fakta, guna membentengi masyarakat dari berita bohong. Optimalisasi platform digital dan media sosial untuk kampanye minat baca.
”Melalui pelatihan ini, diharapkan terjadi standarisasi layanan literasi yang lebih modern di berbagai perpustakaan daerah, perpustakaan sekolah, hingga Pojok Baca Digital (Pocadi) yang dikelola swadaya masyarakat,” tukas Kadis Pusip Lamteng ini.
Dengan berakhirnya bimtek ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lamteng, berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan berkala. Langkah ini diharapkan mampu mencetak masyarakat yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga kritis dan berbasis pengetahuan.
“Dengan adanya bimtek ini kita berharap, kompetensi pustakawan dan pengiat literasi semakin meningkat sehingga mampu menghadirkan layanan perpustakaan yang inovatif serta memperkuat budaya literasi diKab.Lamteng,” pungkasnya. (rki)












