Lahan Padi Seluas 1.774 Hektar di Lampura Panen

foto (ist)

Lampung Utara, Intailampung.com — Ditengah melonjaknya harga beras, sekitar 1.774 hektare (ha) areal lahan sawah yang ditanam pada musim tanam (MT) Rendeng (Oktober s/d Maret) 2017 yang mendapat aliran irigasi teknis di Kabupaten Lampung Utara memasuki musim panen raya padi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian, Kabupaten Lampung Utara, Sugiman, di ruang kerjanya, Selasa (16/1/2018), mengatakan merujuk hasil pendataan petugas di 23 kecamatan se-Lampura, musim panen raya padi bagi petani yang melakukan penanaman pada MT rendeng dengan memanfaatkan pengairan dari saluran irigasi teknis seluas sekitar 1.774 ha diperkirakan akan mengalami puncaknya pada akhir Januari s/d Maret 2018.

“Panen raya padi terhitung dari usia tanam sampai panen 105 hari s/d 110 hari diperkirakan akan mengalami puncaknya pada akhir Januari s/d Maret 2018” ujarnya.

Panen raya seluas 1,774 ha tersebut, menyusul panen padi yang di tanam pada MT yang sama seluas 182 ha yang memanfaatkan saluran irisasi tersier desa dengan rincian; 45 ha di Kecamatan Muara Sungkai, 87 ha di Kec. Abung Tengah dan 50 ha di Kec. Sungkai Jaya.dannbsp;

“Pada penanaman MT Rendeng di Lampura, areal sawah yang memanfaatkan saluran irigasi tersier di wilayah perdesaan panen lebih awal” kata Sugiman.

Disinggung soal harga gabah di tingkat petani, Sugiman menjawab, harga cukup tinggi jika dibanding dengan harga yang ditetapkan Perum Bulog.dannbsp;dannbsp;Harga gabah kering panen (GKP) yang langsung di ambil di sawah dihargai tengkulak antara Rp4.200,-/kg s/d Rp4.500,-/kg. Sementara, harga pembelian yang ditetapkan Perum Bulog merujuk surat keputusan (SK) Kementerian Perdagangan (Kemendak) No. 27 Tahun 2017 tentang harga aman pembelian di petani dan harga acuan penjualan di konsumen ditetapkan untuk GKP, Rp3.700,-/kg dan untuk harga gabah kering giling (GKG) sebesar Rp4.600,-/kg.

  Hong Kong Disneyland yang Ramai Dikunjungi Wisatawan

“Harga beli gabah di tingkat petani saat ini cukup tinggi antara Rp4.200,-/kg s/d Rp4.500,-/kg, yang panen sebelumnya di hargai Rp3.800,-/kg s/d Rp3.900,-/kg dan hal ini meningkatkan kesejahteraan bagi petani. Lepas dari lonjakan harga beras di pasaran yang cukup memberatkan konsumen saat ini” kata Sugiman. (intai).

dannbsp;

Baca Juga

LAINNYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *