Adhyaksa Dault: Jangan Sampai Generasi Muda Terkotak-kotak

Adhyaksa Dault: Jangan Sampai Generasi Muda Terkotak-kotakMantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault

JAKARTA – Momentum Hari Sumpah Pemuda 2018 pada 28 oktober lalu harus dijadikan sebagai refleksi untuk memperkuat persatuan. Pemuda dengan berbagai kontribusinya dinilai mampu menjaga ketahanan nasional.

Hal itu diungkapkan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault ketika berbicara dalam seminar yang digelar Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI), Selasa (6/11/2018).

Dia juga menyayangkan, peristiwa pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut, Jawa Barat pada 22 Oktober 2018, beberapa hari sebelum peringatan Hari Sumpah Pemuda 2018.

Baca Juga

Apa pun alasannya, pembakaran bendera tidak dibenarkan meski membawa rasa nasionalisme. “Itu kebablasan. Jika pembakaran dianggap bentuk nasionalisme, ekspresi itu salah besar,” kata Adhyaksa di lokasi.

Dia menjelaskan, 90 tahun Hari Sumpah Pemuda merupakan momentum generasi muda melakukan refleksi atas keberadaan dan perannya untuk bangsa Indonesia.

Komitmen berbangsa satu, bertanah air satu, berbahasa satu bahasa Indonesia, kata Adhyaksa adalah komitmen persatuan atau nasionalisme. Jangan sampai generasi muda terkotak-kotak.

Menurut dia, kenikmatan terbesar yang Tuhan berikan setelah keimanan adalah Tanah Air. Untuk itu, generasi muda harus banyak bersyukur hidup di Indonesia.

“Jika dibandingkan dengan generasi muda di negara miskin untuk mandi dan minum saja masih susah, bahkan sampai ada yang mandi dan minum dengan air kencing hewan,” ungkapnya.

Sumber: SINDONEWS

LAINNYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *