Digugat Tunanetra, Ma’ruf Amin Contohkan Lagu Rhoma Irama

Digugat Tunanetra, Ma'ruf Amin Contohkan Lagu Rhoma Irama

Cawapres Ma’ruf Amin bersama Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto menghadiri peresmian Rumah Aspirasi Rakyat #01, di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 4 November 2018

JAKARTA – Calon wakil presiden (cawapres) Ma’ruf Amin menjelaskan maksud ucapannya yang menggunakan kata budek dan buta untuk menyebut pihak yang tidak mengakui prestasi Joko Widodo (Jokowi).

“Yang saya maksud buta itu bukan buta mata, bukan budek telinga tapi buta hati. Matanya enggak buta, jadi tidak ada hubungannya dengan fisik,” ujar Ma’ruf di rumahnya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Selasa (13/11/2018).(Baca juga: )

Baca Juga

Ma’ruf mengatakan itu menjawab pernyataan Forum Tunanetra Mengguggt yang menuntutnya meminta maaf karena telah menyinggung perasaan kaum difabel.

Dia memaparkan dalam Alquran ada ungkapan yang menyebut sumun, bukmun, sumyun yang diartikan tulis, bisu, dan buta.

“Tidak ada kaitannya dengan buta fisik, budek fisik, enggak ada karena itu tidak relevan. Wong enggak ada urusannya dengan fisik kok,” kata mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Ma’ruf tidak mempersoalkan gugatan tersebut karena dirinya merasa tidak pernah menyinggung secara fisik. Dia pun mencontohkan lagu Rhoma Irama yang berjudul Buta Tuli.

“Jangan keliru, itu sama dengan nyanyiannya si Oma Irama (Roma Irama). Enggak ada hubungannya dengan fisik. Enggak ada relevansinya,” ucapnya.

Sumber: SINDONEWS

LAINNYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *