Politikus Demokrat Berharap Parlemen 2019 Diisi Banyak Perempuan

Politikus Demokrat Berharap Parlemen 2019 Diisi Banyak Perempuan

Anggota MPR dari Fraksi Partai Demokrat Melani Leimena Suharli berharap proses dari Pemilu 2019, menghasilkan banyak wakil rakyat dari kalangan perempuan

JAKARTA – Anggota MPR dari Fraksi Partai Demokrat Melani Leimena Suharli berharap proses dari Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang, menghasilkan banyak wakil rakyat dari kalangan perempuan.

Hal itu dikatakan Melani di hadapan ratusan Guru PPKN se-Jakarta Selatan dalam Sosialisasi Empat Pilar di Gedung DPR RI, Selasa (13/11/2018).

Baca Juga

“Mudah-mudahan wakil rakyat dari kalangan perempuan di tahun 2019 semakin banyak agar dalam proses pembuatan undang-undang di DPR, kaum perempuan lebih bisa mengkritisi dan mewarnai sehingga UU kita berbasis gender dan tidak merugikan kaum perempuan,” kata Melani.

Diakui oleh anak pahlawan nasional J. Leimena itu, jumlah anggota DPR dari kalangan perempuan dari waktu ke waktu semakin menurun. Makanya, dibuat aturan yang mengharuskan quota 30 persen caleg kaum perempuan.

“Aturan ini harus dijalankan oleh partai politik. Nomor urut satu sampai tiga dalam daftar calon anggota DPR, satu di antaranya harus perempuan,” ucapnya.

Caleg DPR 2019 No Urut 1 Dapil DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat, Selatan dan Luar Negeri ini mengungkapkan, tugas wakil rakyat merupakan tugas yang mulia bila benar-benar melaksanakan fungsinya sebagai wakil rakyat yang membuat undang-undang, budgeting, dan melakukan pengawasan.

“Sebagai wakil rakyat mereka bekerja hingga malam bahkan subuh. Ini yang tak disorot oleh media. Yang disorot malah yang tidur saat rapat atau yang kena OTT KPK. Mungkin ini yang menarik buat media,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua MPR Periode 2009-2014 ini menyebutkan, Indonesia patut bangga dengan Empat Pilar dan harus mengimplementasikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih lagi jelang Pemilu 2019.

  Jokowi Teken Inpres Penanganan Bencana Gempa Lombok

“Jangan gara-gara beda pilihan membuat kita pecah. Saat Presiden Amerika Serika Barack Obama datang ke Indonesia saja menyebutkan Indonesia sangat beruntung karena mempunyai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Orang luar saja memuji Pancasila,” pungkasnya.

Sumber: SINDONEWS

LAINNYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *