Suami, Istri, dan Kakak, Bali Trans di Lampung Jadi Legislatif


Foto dari kiri, Ni Made Winarti, Ni Ketut Dewi dan I Komang Koheri

 

Bandar Lampung, Intailampung.com– Untuk menjadi anggota dewan atau  legislatif adalah menjadi kebanggaan bagi sebagian masyarakat di tanah air ini, dan menjadi harapan masyarakat agar dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat.  Namun ada yang menarik. Di antara mereka, ada pasangan suami istri dan kakak kandung duduk di kursi legislatif asal Lampung  meski di jenjang yang berbeda

Seperti halnya keluarga dari I Komang Koheri.  Pemilik Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tara akan menjadi anggota legislatif (Aleg) DPR-RI priode 2019-2024, pada Oktober 2019 mendatang, ia akan dilantik sebagai anggota DPR RI, sedangkan  Ni Ketut Dewi Nadi istri Komang, telah menjadi Aleg DPRD Provinsi Lampung dan kakak kandung Komang yaitu Ni Made Winarti, di DPRD Kabupaten Lampung Tengah.

Komang Koheri menyebutkan, dirinya merupakan satu-satunya krama Bali perantauan di Lampung yang maju berebut kursi DPR RI dalam Pileg 2019 mendatang.

Komang Koheri juga telah mengakhiri masa jabatannya di DPRD Provinsi Lampung. Uniknya, tempat duduk Komang di ruang rapat paripurna DPRD Lampung digantikan oleh sang istri yakni Ni Ketut Dewi Nadi. Aleg dari Dapil 7 Lampung itu mendapatkan tempat duduk persis di tempat yang sebelumnya diduduki oleh Komang.

Ni Ketut Dewi mengaku senang bisa menjadi bagian dari wakil rakyat dan resmi bekerja di gedung DPRD Lampung. Untuk itu, ia bertekad akan membawa aspirasi rakyat dan menjaga amanah rakyat denga. baik.  “Tentu senang sekali. Ini amanah dari rakyat, dan saya harus jalankan dengan baik. Di sini saya harus perjuangkan nasib rakyat,” kata Dewi.

Disinggung soal kursi yang didudukinya, Dewi mengaku hal itu sebuah kebetulan semata.  “Ini kebetulan saja. Yang pasti saya akan lanjutkan perjuangan suami saya di sini,” katanya.

  DPRD Lampung Sebar 1.000 Undangan di Pelantikan Gubernur Lampung Terpilih

Sementara itu, secara terpisah, Komang Koheri mengatakan, sebenarnya semua ini tidak direncanakan. Bahkan saat dirinya maju menjadi DPR RI juga tidak ada rencana, namun karena ada penugasan dari PDIP, dirinya maju meski dengan nomor urut 10. Sementara istrinya maju di DPRD Lampung nomor urut 9, bukan nomor urut yang kuat. “Kalau direncanakan pasti nomornya sama kan. Tapi memang kembali lagi, ini semua penilaian dari masyarakat. Mereka melihat kinerja. Saya dan istri saat maju ini tidak menggunakan kekuatan finansial yang besar,” kata dia.

Tapi dengan tekad dan bekal 10 tahun menjadi DPRD Lampung, Komang lalu melakukan sosialisasi ke masyarakat di dapil 2 menyampaikan visi misi, akhirnya ia terpilih di DPR RI. “Bahkan saat itu, saya untuk mengenalkan istri saya saja saya tidak berani. Karena ini kan mungkin bisa dibilang kurang pas,” ujar Komang Koheri yang juga pengurus Yayasan Pendidikan TK, SMP, dan SMK Bangun Cipta.

Istrinya yang sama-sama kader PDIP, sebelumnya merupakan mantan kepala kampung. Meskipun maju di DPRD Lampung termasuk hak yang nekat, namun mereka bersyukur Dewi bisa mendapatkan suara dan jadi anggota DPRD Lampung.

“Kami hanya mencoba. Masalah jadi atau tidak jadi kan tergantung masyarakat. Alhamdulillah kami dipercaya masyarakat. Mudah mudahan amanah ini bisa kami bawa untuk memajukan Provinsi Lampung tercinta ini,” kata dia.

Adapun pesan dari Komang untuk istrinya yang kini menggantikan posisinya di DPRD Lampung, untuk memberikan kinerja terbaiknya.

“Menjadi wakil rakyat itu adalah amanah. Tidak banyak yang bisa jadi wakil rakyat. Dikatakan mudah, ternyata sulit. Maka dalam waktu lima tahun yang sangat singkat ini berikan yang terbaik untuk rakyat,” ungkapnya. Komang Koheri juga menambahkan, di keluarganya sebenarnya ada tiga orang yang menjadi anggota DPRD pada periode ini, yaitu dirinya di DPR RI, istrinya di DPRD Provinsi, dan kakak kandung Komang yaitu Ni Made Winarti, di DPRD Kabupaten Lampung Tengah.

  Memasuki Masa Tenang, Dugaan Informasi Caleg Money Politict Mulai Terbongkar

“Jadi kami sekeluarga ada tiga anggota dewan,” imbuhnya. Harapan Komang tentu, selain tugas mulia yang diemban juga memiliki status sosial yang menjadi perhatian dimasyarakat. (Bon)

Baca Juga

LAINNYA