Warga Segala Mider Ungkapkan Keresahan Pencemaran Udara PT KSP ke PWI Lamteng

LAMPUNG TENGAH, INTAILAMPUNG.COM –   Akibat dampak limbah debu PT Kriya Swarna Pubian (KSP) masuk kepemukiman. Warga Segala Mider, Kecamatan Pubian, Lamteng ungkapkan keresahan pencemaran udara PT KSP ke PWI Lamteng.

Keresahan warga memuncak, lantaran sudah tidak tahan dengan limbah debu yang diduga berasal dari cerobong asap pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO) tersebut.

Eksesnya, sejumlah warga yang merasa terganggu dengan pencemaran lingkungan sekitar, mendatangi Graha PWI Lampung Tengah, Rabu (23/10/2019), untuk berkonsultasi dengan pengurus organisasi profesi jurnalis itu, terkait langkah apa yang tepat guna menyikapi hal tersebut.

“Kami datang ke PWI ini mohon diberikan pengarahan dari rekan media. Karena di wilayah kami ada perusahaan pengolahan minyak kelapa sawit yang beroperasi, namun mengeluarkan limbah berupa debu yang menyebar sampai ke pemukiman warga,” ujar Hendra, warga yang mengaku tinggal dalam radius 300 meter dari pabrik.

Karena limbah debu itu, lanjut Hendra, warga sekitar ada yang mulai mengalami gangguan kesehatan. Selain itu, pemukiman warga sekitar ikut tercemar debu yang diduga keluar dari cerobong asap pabrik itu.

“Sudah ada beberapa warga yang mengeluh sesak nafas, karena buruknya kualitas udara di sekitar pabrik itu. Selain itu, debu yang ikut terbang searah putaran angin, membuat rumah-rumah warga jadi kotor. Pagi kami sapu, siang juga, malam kami ulang lagi, tetap saja kotor rumah kami karena debu itu,” papar Hendra.

Hal senada dikatakan Slamet, warga setempat. Menurutnya, sejak beroperasi mulai 2007 silam, baru sejak April 2019 lalu, pabrik itu mengeluarkan limbah abu yang menyebar sampai ke pemukiman warga.

“Rumah warga di sekitar pabrik jadi tampak kotor. Kualitas udara di daerah itu juga sangat buruk. Kami sudah pernah melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan, namun sepertinya tidak ada tindaklanjutnya. Setelah itu, kami datangi kepala kampung, namun hasilnya juga nihil. Dan sampai saat ini, limbah abu itu masih saja menyebar ke lingkungan sekitar pabrik,” jelasnya.

  Bersama BPJS, Bupati Loekman Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Melalui pertemuan tersebut, lanjut Slamet, diharapkan para pengurus di PWI Lamteng dapat membantu warga menemukan solusi yang tepat.

“Kami ini orang awam pak. Tidak tahu harus kemana dalam mencari solusi. Karena ini kalau dibiarkan terus menerus, kasihan keturunan kami, harus menghirup udara yang terkontaminasi limbah abu itu. Tolong bantu kami pak. Kami bukan mau perusahaan itu ditutup pak, kami hanya ingin limbah abu itu ada solusinya. Kalau memang ada alat di pabrik itu mengalami kerusakan, tolong segera diperbaiki dong, supaya warga yang tinggal di sekitar pabrik tidak terganggu dengan limbah abu itu,” jelasnya.

Menanggapi keluhan warga Kampung Segala Mider itu, Ketua PWI Lamteng Ganda Hariyadi mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Kita akan coba komunikasi dengan pihak terkait atas keluhan warga ini. Kalau terkesan ada pembiaran atas sebaran limbah abu itu, maka kita akan giring persoalan ini sampai tuntas,” tegas Ketua PWI.

Terpisah, Camat Pubian Zulkarnaen, yang dihubungi pewarta via ponselnya menyatakan siap mendukung warga untuk mendapatkan haknya.

“Pihak PT KSP juga selama saya menjabat sebagai camat disini sangat sulit diajak berkoordinasi. Entah apa sebabnya. Tapi yang pasti, kami di pemerintahan kecamatan mendukung warga untuk menuntut haknya mendapatkan udara yang bersih dan sehat, dengan lingkungan bebas dari abu yang diduga berasal dari cerobong asap pabrik itu,” tandas Camat. (intai).