Lapor Pak Presiden Jokowi, PLN Rayon Menggala Menyusahkan Masyarakat

Masalah KWH Yang Tak Kunjung Dipasang, Ratusan Masa Demo Kantor PLN Rayon Menggala Tuntut Ganti Rugi

MESUJI, INTAILAMPUNG.COM – Ratusan masa datang ke kantor PLN Rayon Menggala yang bertempat di Unit 11 Kabupaten Tulang Bawang.

Tujuan masyarakat datang ke kantor PLN tersebut untuk menuntut KWH yang tak kunjung datang padahal dananya sudah di bayar lunas dari masyarakat di desa setempat.

Dikatakan Kordinator aksi Herman Baginda di depan kantor PLN Rayon Menggala, bahwa masarakat dari tujuh desa yang ada di Mesuji sudah sangat lama sekali menunggu janji-janji dari pihak PLN terkait KWH milik mereka yang tidak kunjung di keluarkan, padahal masarakat sudah menyelesaikan kewajibannya dalam hal menyetor dana ke PLN.

“Ini aksi damai yang kami lakukan bersama masarakat dari tujuh desa di Mesuji tuntutan kami cuma satu keluarkan KWH milik kami, karena kami sudah menyetor secara online ke PLN sejak Agustus lalu, jadi tidak ada alasan PLN menahan KWH milik kami. Kami berharap PLN bisa bijaksana dan bisa membedakan mana yang harus di utamakan dan mana yang tidak harus di utamakan,” jelas Herman.

Wahyono salah satu warga yang terkait salah KWH menyampaikan keluhanya kepada Manajer PLN Rayon Menggala, bahwa sebagai masyarakat Mesuji pihaknya ingin menayakan kejelasan tentang KWH yang sudah selesai administrasi namun tidak kunjung terpasang.

“Pak kami sebagai masarakat mesuji ingin menanyakan tentang KWH kami yang udah selesai administrasinya kok sampai sekarang belum keluar juga KWH nya,” tanya Wahyono.

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Manajer PLN Rayon Menggala Firman menjawab, pihaknya belum bisa memberikan kepastian kapan KWH akan terpasang. Namun pihaknya tengah berusaha untuk mengurus KWH milik masyarakat yang belum terpasang.

  Lapor Pak Bupati ! Perusahaan Pembangunan Masjid Agung dan Wisata Realigi Abaikan Keselamatan Kerja

“Memang sampai saat ini KWH untuk bagian Mesuji lagi saya urus dan saya tidak bisa memastikan bahwa KWH tersebut akan keluar sebelum pergantian tahun ini,” ucap Firman Hersani menjawab aspirasi masyarakat Mesuji.

Kesal dengan jawaban Manager PLN Rayon Menggala, Wahyono (warga) minta agar jaringan yang sudah terpasang di cabut jika sampai dengan pergantian tahun baru belum terpasang.

“Kalau kayak gini terus dan tidak ada penjelasan sampai pergantian tahun, lebih baik jaringan yang sudah terpasang di cabut aja pak,” ucap wahyono.

“Kita minta ganti rugi tanam tumbuh yang sudah di tebang, dan dana yang  sudah kita bayar tolong di kembalikan secepatnya,” tegas wahyono

Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 3 jam tersebut antara pihak PLN dengan perwakilan masarakan dari tuju desa dan dengan di saksikan oleh pihak kepolisian dan TNI menghasilkan kesepakatan yang tertuang dalam notulen bersama yakni

1.Masarakat meminta pihak PLN dapat mengeluarkan KWH milik mereka sebelum Tahun baru 2020.

2.Apa bila PLN tidak bisa mengeluarkan KWH tersebut maka masarakat meminta PIhak PLN mencabut jaringan yang melintasi tujuh desa tersebut, dan membayar ganti rugi tanam tumbuh yang di tebang oleh Pihak PLN saat akan memasukkan jaringan ke desa mereka.

3.Meminta kepada pihak PLN agar mengembalikan uang masarakat sebanyak 692, calon pelanggan yang sudah menyetor ke PLN secara online.

Setelah pihak PLN dan masarakat  menyepakati isi surat tersebut masarakat dari tujuh desa yang datang dari mesuji membubarkan diri dengan tertib. (khadaffi).

Baca Juga

LAINNYA