APD Dinkes Bermasalah, DPRD Lamteng Minta Pengadaan Ulang

INTAILAMPUNG.COM – Komisi IV DPRD Lamteng mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pengadaan ulang, Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju Hazmat untuk tenaga medis dalam penanganan pasien virus corona.

Pasalnya, baju Hazmat yang dipesan Dinkes kemarin, ditemukan Komisi IV sedikit bermasalah.

“Nah hari ini kita sudah panggil Dinkes dan Rumah Sakit Umum Daerah Demang Sepulau Raya (RSUD-DSR) dalam rapat dengar pendapat, dan hasilnya kita minta menuntut, mendesak mereka melakukan pengadaan ulang,” ucap Wayan Eka Mahendra, Ketua Komisi IV DPRD Lamteng. Senin (13/04/2020).

Kata Wayan Eka, bahwa sesuai yang telah kita sepakati bersama DPRD meminta agar APD secepatnya tersedia dengan kesepakatan dua minggu harus bisa terlaksana.

“Kita juga mendesak Dinkes harus melakukan pengadaan satu juta masker. Yang harus kita realisasikan dan kita berikan pada masyarakat yang membutuhkan di 311 kampung di 28 kecamatan yang ada di Lamteng,” jelasnya.

Bukan hanya itu saja, kita juga meminta Dinkes Lamteng harus memiliki juru bicara terkait penanganan Covid-19. Yang nantinya bisa kita salurkan melalui tim gugus tugas kecamatan, kampung ke RT masing – masing. Dan nanginya bisa di akses melalui jejaring sosial yang di miliki oleh Dinas Kesehatan.

Dalam hearing juga terungkap, bahwa tadi Kadiskes Lamteng Dr. Otnil menyampaikan, bahwa hari ini besok ada beberapa APD yang masuk, tepatnya di gudang farmasi Dinkes Lamteng. Rekan rekan nanti bisa bantu sebagai mitra kerja langsung cek ke lokasi dan gelombang ke dua menyusul.

“APD pun secepatnya harus didisteribusikan ke puskesmas puskesmas yang ada di Lamteng. Karena rekan rekan medis kita dalam penanganan covid-19 ini sangat membutuhkan maka dalam batas dua minggu paling lambat semua bisa terdisteribusi,” terangnya.

  Bupati Loekman Bantu Warga Korban Angin Puting Beliung

Sementara itu, Kadiskes Lamteng Dr. Otnil usai haering mengatakan, DPRD Lamteng telah mengetahui tugas Dinkes dalam melakukan pencegahan Virus Corona.

Diakuainya, bahwa Dinkes Lamteng terkendala dalam pengadaan barang. Seperti contoh APD yang di pesan tidak sesuai. “Karena seluruh indonesia melakukan pengadaan barang, jadi kita agak kesulitan mendapatkannya,” ucapnya.

Untuk percepatan APD, barang hari ini sudah masuk, besok juga masuk, karena kita penyedia tidak bisa satu orang. Kadang penyedia hanya sanggup 300, kadang 75, ada yang 500. Jadi bertahap.

“Sore ini tadi datang APD komplit jumlahnya 500. Insaalloh besok sudah bisa didisteribusikan,” bebernya.

Dalam kesempatan yang sama terpisah, Kepala RSUD-DSR Hasril Sahdu mengatakan, bahwa kebutuhan APD bisa dikatakan mendesak, “APD harus segera di adakan. Namun untuk ketersedian APD di rumah sakit masih tertangulangi. Tapi yang sekarang kekosongan masker N95,” ucapnya.

Terkit APD yang tidak layak pakai, bukan tidak layak pakai. Jadi persepsi kita jangan terblokir ya tentang APD. “APD itu kegunaannya ketika saya ini, sebagai dokter melayani pasien di ruang UGD itu harus dilindungi pakaian saya. Pakaian saya harus dilindungi dengan baju APD yang di posibel yang setiap pakai harus di ganti,” terangnya.

Lanjutnya, selesai tugas harus di buka baju apd itu dibuang. Tujuanya apa ? Supaya baju kita tidak terpapar virus corona. Ketika kita masuk kerumah, kita bisa di peluk anak kita oleh istri kita, nah itu yang bahaya. Karena virus corona itu menempel, menempel di baju di mana mana. Ketika menempel di tangan kita, kita memegang bagian wajah maka akan menginfeksi.

Baju APD itu ada standar nasional dan internasional. Yang standar internasional bisa dua sampai tiga kali pakai. Dan ada yang sekali pakai. Jadi APD yang kedap air itu bukan tidak masalah. Tidak sesuai pesanan.

  Peringati HKN Ke-110, Kapolres Slamet Wahyudi Ajak Masyarakat Tumbuhkan Semangat Nasionalisme

“Jadi gini virus corona itu menular bukan melalui pori pori tubuh. Jadi jangan salah persepsi, dia (virus corona) menular melalui droplet infeksien masuk melalui sekret rongga mulut, sekret rongga hidung dan sekret rongga mata maka kita dianjurkan memakai masker, ketika kita bersin tidak terkena virus corona. Tidak boleh salaman karena penularanya bisa melalui dari kita bersin,” jelasnya. (intai).

Baca Juga

LAINNYA