Warga Resah Pembangunan Hotel Bukit Randu Bandar Lampung

BANDARLAMPUNG – Ratusan warga kampung umbul kapuk kelurahan kebun jeruk Kecamatan Tanjung Karang Timur Kota Bandar Lampung, mempertanyakan keabsahan adanya tim 10 yang mengatasnaman warga setempat dalam menyepakati tambahan pembuatan bangunan Hotel Bukit Randu bandar Lampung.

Hal ini disampaikan masyarakat setempat Abah Alul (60) dikediaman Minggu (3/5/20).

“Saya selaku warga masyarakat mempertanyakan keabsahan tim 10 dalam membuat kesepakatan dengan pihak managemen hotel bukit randu Bandarlampung, karena masyarakat tidak terwakili dengan kesempakatan tim 10 tersebut,” ungkapnya

Kata Abah Alul, dalam penambahan bangunan hotel bukit randu tersebut yang mengunan alat berat
membuat dampak siklus air tanah berpengaruh pada pencemaran sumur warga dan dampak lingkungan udara serta kerusakan struktur bangunan rumah warga.

Baca Juga

“Dengan dampak ini apakah sudah benar belum. Dan saya mempertanyakan AMDAL diperusahaan bukit randu dalam pembangunan penambahan hotel tersebut. Karena warga masyarakat terdampak dan mengakibatkan kerusakan lingkungan pada saat ini,” jelasnya

Sementara warga yang berbatasan terhadap tembok bukit randu tersebut, Mardi (69) yang mewakili
Beberapa warga lain nya mengatakan, bahwa adanya aktifitas pembangunan penambahan hotel bukit randu itu membuat resah dan tidak nyaman karena ditakutkan adanya runtuhan batu yang jatuh dan pencemaran lingkungan.

“Saya sebagai warga perbatasan tembok bukit randu merasa tidak nyaman dan resah. Apalagi pembangunan tersebut tepat pas diatas rumah saya,” ujarnya

Saat disinggung terkait keabsahan tim 10 yang membuat kesepakatan dengan pihak bukit randu. Warga masyarakat tidak merasa terwakili aspirasinya.

“Saya tidak pernah di ajak musahwarah, saya tidak percaya dengan komitmen lurah terhadap kepentingan warga masyarakat yang ada saya melihatnya lebih cendrung pada kepentingan pengusaha,” bebernya

Terkait keluhan warga yang mempertanyakan keabsahan tim 10 tersebut. Salah satu dari tim 10, mantan ketua RT 09 Ami, saat dikonfirmasi melalui telpon Whatsapp dan melalui pesan dengan keadaan tidak aktif. (Robbi)

LAINNYA