Dinas Kesehatan “Balam” Di Utus Bukit Randu Ambil Sample Air Warga RT 09 Ada Apa? DLH Kota Ga Diberi Tembusan

BANDAR LAMPUNG – Tidak ada kordinasi oleh Dinas Lindungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung. PT Bukit Randu Sentosa mengutus Dinas Kesehatan dan Karyawan Bukit Randu mengambil simpleng air sumur warga.

“Mereka saya tanya katanya ini utusan dari bukit randu sebanyak 5 orang yang Dua laki -laki karyawan Bukit Randu 1 namanya (Mul), dan 1 nya ga nyebut nama, dan ceweknya 3 orang dari Dinas Kesehatan ,mereka ambil air sumur saya satu drigen,” ungkap Kartini Warga RT 09 Kampung Umbul Kapuk Kelurahan Kebun Jeruk Kecamatan Tanjung Karang Timur (TKT), Selasa (7/7/20).

Kata Kartini, pihak utusan bukit randu saat ditanya mengenai surat tugas dari Dinas kalau turun ambil simpleng air ini mana utusan tersebut tidak bisa menunjukan.

“Saya juga menanyakan kalau turun ambil air sumur saya ini mana surat tugasnya dari Dinas ga dapat menunjukan, ini ko bisa, dan saya lupa seharusnya saya ga ngasi, dan kalau foto ga saya ambil karena hp saya ga dipegang,” jelasnya

Baca Juga

“Kenapa harus rumah saya aja sedangkan warga lain banyak terkena dampak, ini ada apa?,” Lanjutnya

Sikap tindakan bukit randu mengutus orang dinas dan kariawan itu sangat disayangkan tidak ada kordinasi sebelumnya oleh pihak warag terdampak dan dinas terkait.

“Apabila keluhan warga selalu menduga, dimaenkan oleh pihak perusahan dan tim 11 atas keluhan warga terdampak tidak direspon yang jelas, kami warga siap laporkan ke walikota dengan cara turun kejalan,” keluhnya

Sementara DLH Kota Bandarlampung melalui Kepala Bidang (Kabid) Gakum CIK Ali Ayub mengaku tidak mengetahui apabila pihak itu turun.

“Ibu saya gak tahu informasi dan sya gak nyuruh orang ambil sempling nya lagi,” singkatnya saat dihubungi melalui telepon selulernya

  Mukhlis Basri Edukasi Pencegahan COVID-19 ke Masyarakat Tanggamus

Sebelumnya diberitakan, Warga keluhkan dampak lingkungan yang diduga adanya perencanaan pembangunan PT hotel bukit randu sentosa. DPRD Kota adakan duduk bersama pada Senin (30/6/20), Selasa (1/7/20) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota tinjau dilingkungan warga RT 09 Kelurahan Kebun Jeruk Kecamatan (TKT).

” Kita turun ke permukiman warga RT 09 untuk melanjutkan hasil hearing/duduk bersama warga dan ketua komisi lll DPRD kota (Balam) (Yuhadi), Maka kita tinjau langsung untuk mengambil sample air sumur warga,” ungkap Kabid Gakum DLH Kota Bandarlampung CIK Ali Ayub
saat duduk bersama di kantor kelurahan kebun jeruk yang dihadiri Lurah Eli, beberapa RT yang terkena dampak, kepala lingkungan ll, Tim 11 dan pihak bukit randu.

Kata CIK, setelah berapa titik air sumur warga yang sudah diambil ini untuk dijadikan simple apakah air keruh, hitam dan bau akibat dampak hotel bukit randu. Maka pihaknya akan melakukan uji Laboraturium (LAB) terlebih dahulu.

“Kalau hasil (LAB) jangka waktunya 14 hari. Apabila ada yang mau menguji (LAB) sendiri, silahkan,”pungkasnya (Robbi)

LAINNYA