Sepanjang 513 Kilometer JTTS Sudah Beroperasi, Hutama Karya : Keamanan dan Keselamatan Penguna Jalan adalah Utama

Bandar Lampung, Intailampung.com-Lebih dari 513 kilometer pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah beroperasi penuh atau bisa menembus  hingga akhir tahun ini. Sedangkan 651 km ruas tol dalam tahap konstruksi. Dari total 1.164 km panjang jalan JTTS yang di bangun pemerintah melalui pengelola PT Hutama Karya (Persero).

Hal ini di sampaikan, Senior Executive Vice President Corporate Secretary PT Hutama Karya (Persero) , Muhammad Fauzan. Ia mengatakan bahwa terdapat  513 kilometer yang sudah bisa dilalui

“Yang telah beroperasi secara penuh. itu adalah ruas tol yang telah beroperasi diantaranya ruas Medan – Binjai (15 km), ruas Palembang – Indralaya (22 km), ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (141 km), ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km), termasuk dua ruas tol yang baru diresmikan yaitu ruas Sigli – Banda Aceh seksi 4 Indrapuri – Blang Bintang (14 km) dan ruas Pekanbaru – Dumai (132 km),” kata Ahmad Fauzan dalam siaran pers yang diterima Intailampung.com,Minggu (29/11).

Fauzan menyatakan, HK sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mendapatkan mandat dari pemerintah untuk membangun dan mengoperasikan JTTS berkomitmen memberikan pelayanan yang optimal dengan memprioritaskan keamanan dan kenyamanan dalam segala aspek pengoperasian pada seluruh jalan tol yang dikelola oleh Hutama Karya, khususnya di JTTS.

Dari sisi pelayanan, Hutama Karya juga memastikan bahwa jalan tol yang memliki trafik lalu lintas yang sepi tidak berarti jalan tol tersebut memiliki pengamanan yang kurang. Sejauh ini jalan tol yang dikelola oleh Hutama Karya telah memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri PU Nomor 16/PRT/M/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol. Adapun terkait dengan keamanan, perusahaan telah menyediakan 636 Unit CCTV yang tersebar di sepanjang JTTS yang berada setiap satu kilometer dengan memiliki kamera dua arah sehingga dapat mencakup seluruh aktivitas yang terjadi di jalan tol dan selalu dipantau oleh petugas selama 24 jam penuh melalui Command Center, baik yang berada di setiap ruas tol maupun yang berada di kantor pusat dengan menggunakan sistem terintegrasi. Dalam sistem yang sudah terintegrasi tersebut, terdapat fitur yang dapat mendeteksi apabila terdapat peringatan dari tiap ruas tol dan petugas akan langsung merespon keluhan dengan response time maksimal 5 menit. Selain itu, Hutama Karya juga telah menyiapkan 435 petugas layanan pengamanan siaga selama 24 jam untuk melakukan pengawasan di sepanjang JTTS.

  Saksikan "Blangiran" Yang Digelar Pemkab Lamteng Bersama DPP Lampung Sai Besok di Nuwo Balak

”Untuk keamanan dan keselamatan pengguna jalan adalah prioritas bagi perusahaan. Dalam mengantisipasi adanya kejahatan dan untuk memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan tol, Hutama Karya selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian daerah setempat,” kata dia.

“Demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, kami telah bekerjasama dengan kepolisian daerah setempat dalam pengamanan jalan tol yang kami kelola. Kami yakin dengan kinerja kepolisian selama ini dapat membantu mengawasi keamanan dan keselamatan pengguna jalan yang melintas di JTTS,” tambah Fauzan.

Sementara itu, Kasubdit Dikmas Ditkamsel Korlantas Polri, Kombes Pol Arman Achdiat, SIK, M.Si dalam diskusi daring Webinar “Jalan Tol Trans Sumatera membawa peradaban dan perilaku baru”, menyampaikan bahwa pentingnya mewujudkan keselamatan berkendara dan untuk menurunkan fatalitas kecelakaan termasuk dalam UU No 22 Tahun 2009 yang didalamnya membahas pentingnya mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Penting bagi kita untuk mengupayakan kesadaran masyarakat bahwa lalu lintas adalah sarana yang dapat menimbulkan kematian apabila masyarakat tersebut tidak memahami tanggung jawab berkendara. Melihat kondisi Jalan Tol Sumatra yang berbeda dari jalan tol yang ada di Pulau Jawa, terkait hal ini untuk kedepannya dalam hal pengamanan lalu lintas, Korlantas Polri berencana membangun beberapa induk-induk Polisi Jalan Raya yang ada di Jalan Tol Trans Sumatera,”pungkas Arman.

Pada prinsipnya Hutama Karya selaku pengelola JTTS terus menghimbau pengguna jalan untuk menaati tata tertib yang berlaku di jalan tol. “Pengoperasian jalan tol di Pulau Sumatra cukup berbeda dengan jalan tol di Pulau Jawa. JTTS memiliki karakteristik jalan dengan jarak yang cukup panjang dan rata-rata membelah hutan, serta banyak dilintasi oleh kendaraan besar seperti truk maupun kendaraan pengangkut barang. Selain itu, karena jalan tol di Sumatra ini terbilang baru, masyarakat terkadang belum terbiasa dengan tata cara maupun aturan yang terdapat di jalan tol, sehingga kita perlu memberikan pemahaman ekstra terkait tata cara berkendara yang baik dan benar di jalan tol kepada masyarakat,” tutup Fauzan, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya. (Bon)

  Edarwan Digeser, Kini Jabat Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Jabatannya Diambil Alih Ali Zubaidi