BKKBN dan Zulkifli Hasan Sosialisasi Program Bangga Kencana di Katibung  

INTAILAMPUNG.COM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Sosialisasi, Advokasi dan Komunikasi Informasi, Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana di Gedung Serba Guna Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (7/10/2021).

Kegiatan tersebut, turut hadir Anggota Komisi IX DPR RI Dr (HC). Zulkifli Hasan, S.E., MM. Sistha Atisomya, S.Psi., M.Si – Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana BKKBN Drs. Rudi Budiman – Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Eka Riantinawati, SKM., M. Kes – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kab. Lampung Selatan.

Anggota Komisi IX DPR RI Dr (HC). Zulkifli Hasan, S.E., MM., mengatakan, generasi muda harus di cetak dan di bentuk karakternya.

“Generasi Muda tidak boleh pantang menyerah dan harus percaya diri dalam menyongsong masa depan karena kelak Generasi Muda akan menjadi pemimpin di negeri ini. Untuk mewujudkan itu semua dibutuhkan peran keluarga dalam mencetak dan membentuk karakter Generasi Muda dimasa mendatang,” ujar anggota Komisi IX DPR RI Dr (HC). Zulkifli Hasan, S.E., MM.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Lampung Selatan Eka Riantinawati menjelaskan, bahwa saat ini di Kabupten Lampung Selatan telah terdapat 28 Desa Kampung KB dengan 1 Kampung KB dijadikan sebagai percontohan. Pelaksanaan pencegahan Stunting telah diimplementasikan di 28 Desa Kampung KB.

“Target pendataan keluarga telah mencapai 293.863 keluarga dan target CPR untuk PA dan PB telah mendekati target yang telah ditetapkan. Dalam menjalankan tugasnya pihak Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Lampung Selatan mengalami berbagai kendala seperti keterbatasan SDM, sarana dan prasarana penunjang belum memadai, keterbatasan jangkauan IT dan keterbatasan alat kontrasepsi,” ujarnya.

  SIM Seumur Hidup dan Pajak Motor Gratis Melejitkan PKS

Sementara itu, Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana BKKBN Sistha Atisomya, S.Psi., M.Si., menerangkan, bahwa permasalahan stunting di Indonesia saat ini menjadi tantangan bersama dalam pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas.

“Saat ini persoalan stunting menjadi agenda yang penting, karena stunting tidak hanya menyerang fisik. Namun, juga perkembangan kemampuan otak yang menjadi kurang maksimal,” terangnya.

Dikatakanya, bahwa sumber kasus stunting antara lain disebabkan kelahiran premature, bayi lahir dengan ukuran rendah (BBLR), dan juga karena kurangnya asupan makanan, sakit, ASI kurang ataupun kematian Ibu dan kunci pencegahan stunting adalah di 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK).

“Sehingga perlu adanya perhatian yang diberikan kepada ibu hamil dan balita, baik terkait penyediaan pangan yang aman dan bergizi, kesehatan maupun penyediaan kebersihan lingkungan.” jelasnya.

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Drs. Rudi Budiman menambahkan, Program Bangga Kencana merupakan salah satu program dari BKKBN, berfokus untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas di Indonesia.

Kata dia, Program Bangga Kencana bertujuan untuk mencari solusi, atas penanganan kasus stunting di Indonesia. Mengingat, kasus stunting akan menjadi salah satu penghambat utama dalam wujudkan generasi yang berkualitas di Indonesia.

“Selain Stunting Program Bangga Kencana juga berfokus pada pencegahan mental disorder, dan defabel/autusme,” tuntasnya. (yla/rilis)

Baca Juga

LAINNYA