Bandar Lampung, Intailampung.com-Sebanyak 511 paket proyek milik Pemerintah Provinis Lampung berhasil dilakukan lelang pada tahun 2021 ini. Hal ini disampaikan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Provinsi Slamet Riyadi.
“Tahun ini pihaknya telah menyelesaikan 511 tender atau lelang. Dengan total anggaran sebesar Rp791 Milliar,” kata Slamet.
Kendati demikian juga ada 13 paket lelang anggaran APBD-P tahun 2021 dari sejumlah SKPD Pemprov Lampung batal dilelang.
“Kita menerima ajuan 13 lelang atau tender dari beberapa SKPD batal dilelang pada anggaran APBD-P tahun 2021. Ini disebabkan, karena berkas perusahaan tidak memenuhi syarat,”
Ke-13 paket tersebut terdiri 12 paket dari Dinas Pengairan dan Sumber Daya Air (SDA) dan 1 paket Sekretariat DPRD. Dengan total anggaran sebesar Rp. 9 Milliar.
Dia mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan lelang dibatalkan. Berkas tidak memenuhi syarat. Tidak ada yang lulus evaluasi (saat proses lelang berlangsung). Saat pendaftaran lelang kita lihat ada satu paket yang diikuti satu perusahaan dan juga ada yang lebih dari satu.
“Namun kembali lagi perusahaan tersebut tidak ada yang memenuhi syarat pemberkasan. Dalam dokumen pokja semua harus terpenuhi. Maka kami tidak berani mengambil keputusan untuk memenangkan perusahaan tersebut. Kalau tidak memenuhi syarat. Harus dibatalkan, ” tegas dia.
Oleh karena itu, dengan batalnya paket tersebut. Dana harus dikembalikan ke Kas Daerah (dana tidak terserap). Ketika tender gagal sampe akhir tahun, maka uangnya masuk ke Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA). (Bong)












