
Bandar Lampung, Intailampung.com-PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak pada jasa konstruksi, badan usaha jalan tol dan investasi, terus berinovasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat, dalam pengembangan dunia energi, infrastruktur, dan teknologi, demi percepatan visi Indonesia Maju. Inovasi ini dilakukan salah satunya dengan menggelar HK Expert Talk, yaitu forum berskala global yang mewadahi perusahaan, institusi pemerintah, akademisi, praktisi, pemerhati, mahasiswa serta pelajar, untuk knowledge sharing dengan para pakar dan profesional. Melalui HK Academy dan HK Center for Knowledge, Research and Innovation (HK Connection), yang keduanya merupakan unit pengelola pengetahuan, riset dan teknologi di Hutama Karya, HK Expert Talk digelar dalam bentuk seri webinar edukatif dan inspiratif, yang mengupas dunia energi, infrastruktur, dan teknologi terkini.
HK Expert Talk yang ke-7 kembali digelar pada Rabu, 26 Januari 2022 lalu, dengan tema “How Indonesia Power Grid Embrace the Era of Renewable Energy Integration”, yaitu tentang bagaimana pengembangan interkoneksi kelistrikan tanah air di masa transisi energi. Beberapa waktu yang lalu, juga telah digelar HK Expert Talk ke-6 yang bertema “Transitioning from a Fossil Fuel to a Renewable Energy: The Bright Outlook”, yaitu tentang transisi energi fosil menjadi EBT (Energi Baru Terbarukan), pada akhir tahun 2021. HK Expert Talk ke-6 dan 7 ini menghadirkan pembicara-pembicara tak hanya dari sektor pemerintahan, tetapi juga dari sektor swasta dan pihak terkait lainnya, yang menyampaikan pentingnya kemajuan teknologi yang mendukung percepatan transisi energi menjadi EBT.
HK Expert Talk ke-6, dibuka oleh Dadan Kusdiana selaku Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementrian ESDM yang memaparkan tentang kondisi penggunaan energi Indonesia di beberapa tahun terakhir yang memiliki trend naik. Bappenas sendiri menargetkan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045 di mana syarat negara maju mempunyai konsumsi listrik yang tinggi, yakni sekitar 4-5% sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Di sisi lain, terkait supply-demand dari EBT ini harus diimbangi dan diharmonisasikan dengan dukungan dari berbagai bidang, salah satunya adalah PT PLN (Persero), sebagai salah satu BUMN yang mengambil peran penting dalam transisi energi dan pengembangan energi terbarukan. Dari pemaparan Cita Dewi selaku Executive Vice President Perencanaan dan Enjiiring Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), PLN pun bertugas mewujudkan pengurangan emisi karbon dengan berkomitmen terhadap dekarbonisasi dengan cara mencapai target carbon neutrality pada tahun 2060.
Transisi energi fosil menjadi EBT ini merupakan komitmen pemerintah dalam merespons dan memitigasi tantangan dari isu perubahan iklim. Pemerintah berkomitmen menurunkan emisi karbon sebesar 29% pada 2030 mendatang dan mencapai netral karbon atau Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa PT Hutama Karya (Persero) sebagai salah satu BUMN yang saat ini mengerjakan jalan tol Trans Sumatera. Dari pembangunan ini, HK juga berdistribusi untuk mendukung pengadaan EBT di Indonesia.
Salah satu kontribusi lain dari Hutama Karya dalam mempercepat program EBT pemerintah yakni dengan mengadakan tim riset WWE (Waste, Water, Energy). Seperti yang dipaparkan oleh Novias Nurendra Direktur Operasi I PT Hutama Karya (Persero), roadmap riset dari Hutama Karya yang menarik perhatian dalam bidang waste, energi, dan air adalah pemanfaatan limbah medis yang saat ini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi melimpah, menjadi panas, dan kemudian diubah menjadi energi listrik. Dengan memanfaatkan panas sisa dari hasil pembakaran di mesin incinerator, yang saat ini masih dalam tahap prototyping design, akan dikonversi oleh boiler, turbin, dan generator menjadi energi listrik yang compact dengan varian 100 KWh, 300 KWh, dan 500 KWh dimana pada tahun 2022 ini HK mulai untuk tahap implementasi dan komersialisasi.
Pembahasan topik transisi energi ini turut menghadirkan Arka Wiriadidjaja selaku Director of Market Development, General Electric Indonesia yang memaparkan tentang pola/ skema untuk transisi energi yang sesuai untuk beberapa tahun ke depan dari PLTU menjadi penggunaan renewables, gas, atau keduanya. Arka Wiriadidjaja memaparkan bahwa yang paling optimal adalah menggabungkan EBT dan gas yang menggerakkan turbin dan kemudian energi listrik yang dihasilkan disimpan pada storage/battery sehingga kita dapat menyesuaikan dan mendistribusikan listrik sesuai dengan kebutuhan di daerah masing-masing. Dari hasil penelitian skema penggabungan ini, dapat mereduksi emisi hingga 68-80%.
Transisi energi tidak akan lepas dengan interkoneksi kelistrikan yang terjadi pada tanah air. Seperti yang disampaikan sebelumnya mengenai supply-demand yang harus diharmonisasi secara bertahap dari sekarang. Dari hal ini, pada hari Rabu, 26 Januari 2022, Hutama Karya kembali mengadakan webinar HK Expert Talk ke-7 terkait interkoneksi energi terbarukan di Indonesia, setelah pada webinar sebelumnya membahas mengenai bagaimana transisi dari penggunaan energi bertenaga fosil menjadi energi terbarukan agar tercipta sistem kelistrikan Indonesia yang stabil.
Webinar mengenai perkembangan interkoneksi kelistrikan diikuti oleh beberapa pakar dan professional di bidang energi dan kelistrikan.
Jisman P. Hutajulu, selaku Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mengungkapkan tentang 5K Ketenagalistrikan
Adanya interkoneksi kelistrikan antar pulau sangat diharapkan bisa menjadi transisi pengembangan energi. Dalam keynote speech Jisman P. Hutajulu, selaku Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerain Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), ketenagalistrikan diuraikan dalam prinsip 5K melingkupi kecukupan, keandalan, keberlanjutan, keterjangkauan, dan keadilan. Prinsip ini mencakup implementasi perencanaan kebutuhan listrik nasional, pemanfaatan digitalisasi juga smart grid untuk efisiensi, dan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT), sementara dalam keterjangkauan dimaksudkan untuk menurunkan biaya pokok penyediaan tenaga listrik. Prinsip keadilan untuk menjangkau hingga daerah yang memerlukan setidaknya sampai ke daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T),” ungkap Jisman P. Hutajulu.
Menurut Jisman, potensi EBT sangat besar, sementara pemanfaatan masih rendah. Dalam hal ini, Potensi EBT yang teridentifikasi melingkupi PLTA/GL, PLTA, dll. Rencana interkoneksi tenaga listrik pengembangan transisinya telah menghubungkan antar sistem di dalam pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Diantara rencana interkoneksi listrik, sedang direncanakan interkoneksi antar pulau dengan 500 kV. Indonesia juga mencanangkan interkoneksi Sumatera-Malaysia (2030) yang juga mendukung kerangka kerjasama ASEAN Power Grid.
Jisman P. Hutajulu, selaku Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerain Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) memaparkan peta eksisting dan rencana interkoneksi tenaga listrik di Indonesia
Salah satu syarat yang disampaikan untuk pengembangan EBT yaitu adanya transmisi dalam rencana pengembangan super grid di Nusantara. Fokus kajian super grid akan mengarah antara Kalimantan dan Sulawesi, juga Sumatera dan Jawa. Langkah perancangan undang-undang terkait super grid juga dalam rangka mendukung power grid system yang bertujuan untuk mendorong dan mempercepat transisi dari energi fosil menjadi EBT di Indonesia.
Pemanasan global terjadi paling besar berasal dari aktivitas manusia, salah satunya dari energi listrik, deforestrasi, dan lain sebagainya. Menurut paparan Fabby Tumiwa selaku Excecutive Director dari Institute for Essential Services Reform (IESR), energi adalah penyumbang terbesar dalam emisi gas rumah kaca yaitu sebesar 2/3 dari total emisi global. Dalam pertengahan abad ini diharapkan bisa mencapai net zero emission (NZE), terkhusus Indonesia yang diharapkan dapat tercapai pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Penyampaian Fabby Tumiwa selaku Excecutive Director dari Institute for Essential Services Reform (IESR) mengenai 4 pilar transisi energi Indonesia menuju NZE 2050
Indonesia sebagai negara nomor urut ke-7 dalam menyumbang emisi karbon, diharapkan juga bisa menambahkan target NZE-nya. Terdapat empat Pilar Transisi Energi Indonesia menuju NZE 2050. Diantaranya melingkupi energi terbarukan, penurunan konsumsi energi fosil, elektrifikasi, dan bahan bakar bersih.
“Perlu peningkatan elektrifikasi seperti di sisi Industri, penggunaan thermal bisa diganti menjadi listrik sebagai bagian dari transisi energi Indonesia,” ujar Fabby Tumiwa.
Dalam pengembangan tenaga surya, Indonesia memiliki potensi teknis Pembangkit Tenaga Surya (PLTS) sebesar 7.700 GW. Potensi untuk EBT paling banyak adalah di luar Jawa, sementara pusat bebannya lebih pada pulau Jawa dan Sumatera. Pengembangan grid interconnection harus mempertimbangkan perluasan grid dan koneksi antar pulau yang melihat dari kebutuhan dan suplai keseimbangan dengan nusantara. Dari interkoneksi dan menggunakan EBT ini bisa membawa dampak positif dari segi biaya yang jauh lebih murah.
Dalam paparan Mr. Shantakumar MS selaku Vice President Technology, High Voltage Direct Current (HVDC) dari Hitachi Energy India, perubahan dunia yang sangat cepat menyebabkan adanya mega trends yang saat ini terjadi di dunia, khususnya Indonesia. Dari mulai tingginya kebutuhan aturan, keperluan pasar yang terintegrasi, dan tingginya populasi dunia, menuntut tingginya kebutuhan EBT. Interkonektivitas/ transmisi tetap menjadi tantangan dunia dan juga Indonesia. Salah satu solusi yang disampaikan oleh Mr. Shantakumar MS adalah menggunakan High Voltage Direct Current (HVDC) atau teknologi pengiriman transmisi daya listrik dalam bentuk listrik searah tegangan tinggi yang bisa disampaikan hingga ratusan kilo volt.
Pemaparan oleh Pemateri Mr. Shantakumar MS sebagai Vice President Technology, High Voltage Direct Current (HVDC) dari Hitachi Energy India tentang mega trends dunia terkait kebutuhan enery terbarukan.
Pengaplikasian HVDC bisa membentuk interkoneksi di masa depan, yang bisa menyediakan koneksi antar kota. Sementara, ada dua teknologi tipe sistem transisi yang menggunakan teknologi klasik penggunaan kabel submarine dengan konduktor. Sementara, ada teknologi baru lainnya yang mencakup HVDC dengan teknologi Light yang menggunakan kabel darat langsung di antara koneksi.
Mr. Shantakumar MS sebagai Vice President Technology, High Voltage Direct Current (HVDC) dari Hitachi Energy India memaparkan tentang teknologi HVDC
Teknologi untuk High Voltage Transmission Line (HVDC) dan High Voltage Alternating Current (HVAC) sudah tersedia di dunia. Di ASEAN sendiri, Power Grid juga sudah diwacanakan untuk target 35% pada renewable energy. Sementara, menurut Novias Nurendra sebagai Direktur Operasi 1 PT. Hutama Karya (Persero), saat ini diseluruh dunia tren pembangunan kabel listrik bawah laut semakin bertambah, hal ini dapat menjadi acuan bagi Indonesia dalam rangka mencapai target bauran serta pemerataan energi yang efisien dan handal, dimana gagasan dari HK adalah suatu transmisi listrik yang terhubung antar pulau yang disebut Indonesia Power Super Highway, dimana gagasan ini telah pula dipaparkan oleh Novias saat webinar ExperTalk pada 23 April 2021 lalu, diharapkan dengan adanya Indonesia Power Super Highway tersebut pemerataan energi dan pemanfaatan energi terbarukan dapat ditingkatkan
Novias Nurendra sebagai Direktur Operasi 1 PT. Hutama Karya (Persero), memaparkan manfaat dari Indonesia Power Super Highway
Novias Nurendra juga menyampaikan bahwa kunci dalam pengembangan Indonesia Power Super Highway tersebut yaitu sinergi dari semua pihak termasuk pemerintah, badan usaha maupun akademisi, sehingga cita-cita ini bisa terwujud bersama.
***
Seluruh rangkaian webinar HK Expert Talk 2022 ini diselenggarakan secara daring, gratis, bersertifikat, dan terbuka untuk umum, dengan pendaftaran terlebih dahulu. Untuk menonton ulang tayangan Webinar HK Expert Talk Series, serta mendapatkan informasi terkini dari pembangunan ruas tol Trans Sumatera dan informasi terkini mengenai BIM, teknologi terbaru serta edukasi lainnya yang dilakukan oleh PT Hutama Karya (Persero), dapat disaksikan dalam channel Youtube Sahabat Tama: https://www.youtube.com/c/SahabatTama












