Isu Jual Beli Jabatan di Pemkab Lamteng Viral Setelah PWI Lamteng Terima Surat Kaleng

Begini Tanggapan Ketua PWI, Bupati, Sekda, Inspektorat dan ASN Yang Dicatut Namanya !

INTAILAMPUNG.COM – Isu jual beli jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng) viral, setelah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamteng terima surat kaleng.

Informasi ini pun heboh, setelah banyaknya media online di Lamteng yang merilis pemberitaan adanya isu jual beli jabatan di struktur kepegawaian di Pemkab Lamteng.

Dalam surat kaleng tersebut, diterangkan secara jelas dan gamblang oleh sang pengirim yang mengatas namakan masyarakat Lampung Tengah yang dibubuhi tandatangan tertanda Drs. Hermansyah, M.M.

Baca Juga

Dari isi surat yang disampaikan pengirim melalui kantor pos tersebut, terdapat sejumlah tujuh nama ASN Pemkab Lamteng yang telah menyetorkan uang mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Dan juga terdapat enam nama koordinator yang ditugaskan untuk mengurus uang yang telah di storkan.

Dari keterangan isi surat tersebut, dana yang telah dikumpulkan akan disetorkan ke Sekertaris Daerah Pemkab Lamteng dan Kepala BKD sebagai uang taktis Sekda Kab Lamteng.

Adapun nama-nama ASN yang terdapat dalam isi surat tersebut diantaranya Evi Diana, S.Sos., MM setor Rp75 juta, Sekertaris Dukcapil. Rusmini SH. MM, setor Rp50 juta Kabid Kesbangpol, Merlin SE, MM, setor Rp75 juta, Kabid BPKAD/PTSP, Himawan Singgih, S.Sos., setor Rp50 juta Kabid Disdik, Aria Resukia, ST., MM., setor Rp300 juta Kadis BPKAD/Disdik, Andika Triansyah, SE, MM., setor Rp 150 juta Kadis Arsip dan Perpustakaan, dan Budi Efriyanto, setor Rp 250 juta Kadis PSDA,

Sementara orang orang yang di diperintahkan untuk mengurus dana tersebut diantaranya Efendi Arbain, SE., Indah Amelia, SE., Indra Bangsawan, S.Sos., Ros Komalasari, SE., MM., Deni Panji Wijaya, SIP., dan Abu Khayan, S.kom, MM.,

  Kejari Lamteng Secepatnya Tindak Lanjuti Pungli SMAN 1 Punggur

Di akhir isi surat kaleng tersebut juga disampaikan ucapan permohonan kepada Ketua KPK RI untuk mengusut persoalan sampai keakarnya.

Selain itu, isi surat kaleng tersebut juga menyampaikan tembusan kepada Kapolda Lampung, Kejati Lampung, Ketua DPC PDIP Lamteng, Ketua DPC Golkar Lamteng, Inspektorat Lamteng, Ketua PWI Lamteng, dan Pimpinan Surat Kabar Harian Radar Lampung Tengah.

Menanggapi adanya surat kaleng yang ditujukan ke PWI Lamteng, Ketua PWI Ganda Hariyadi menjelaskan, baik pengurus maupun anggota PWI Lampung Tengah menilai isi dari surat itu sulit untuk disikapi, atau dibuktikan oleh si ‘pengirimnya’. Sebab, ketika akan konfirmasi ternyata tidak bisa dihubungi.

“Benar atau tidaknya makna dari ‘Surat Kaleng’ yang dibuat tanggal 15 April 2022 itu, secara organisasi maupun pribadi tidak bisa memvonis tujuan itu semua, walaupun sempat kaget serta terperangah terhadap kalimat serta data pendukung yang dituangkan dalam surat itu, silahkan pihak berwenang dan terkait untuk mengkaji, menelusuri dan mengusut untuk mebuktikan itu semua, jika memang itu benar adanya,” tegas Ganda.

Sekedar untuk diketahui, bahwa sekitar pukul 13.10 Wib Selasa siang 17/5 kemarin, pengurus PWI Lampung Tengah dikagetkan atas adanya satu buah amplop surat yang tergeletak dibawah pintu masuk Gedung Graha PWI Lampung Tengah, surat tersebut resmi terstempel dikirim melalui jasa Pos dan Giro dengan tanggal 10 Mei 2022 yang berasal dari Atas Nama Drs. Hermansyah, MM dengan alamat Pramuka, Rajabasa, Bandar Lampung.

“Setelah surat itu dibuka dan dibaca, ternyata isinya melaporkan Sekretaris Daerah dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lampung Tengah, yang diduga melalui kroni yang telah di tunjuk, untuk melakukan transaksi ‘jual beli’ jabatan terhadap para aparatur sipil negara (ASN) yang berminat menduduki jabatan strategis dengan dipungut mahar mencapai ratusan juta rupiah, ” tegas Ketua PWI ini.

  Ingin Wujudkan Program Yang Tertunda, Aries Sandi Serius Kembali Nyalon Bupati Pesawaran 

Dalam surat itu, menampakkan 7 orang nama pejabat yang telah dihubungi kroni yang ditugaskan, setelah dana mahar itu terkumpul melalui 6 orang kroni itu, baru disetorkan kepada Sekretaris Daerah atau cukup dengan Kepala BKPSDM, dana mahar tersebut sebagai mana tertulis di ‘Surat Kaleng’ itu, seolah diperuntukkan sebagai uang taktis Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah

Terbaru, informasi yang telah menyebar ini telah disikapi oleh Inspektorat Lamteng, dengan memanggil sejumlah nama yang ada di surat tersebut.

Kepala Inspektorat Lampung Tengah Kusuma Riyadi saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah ASN yang terdaat dalam surat kaleng tersebut.

“Kita sudah melakkukan pemeriksaan pada hari ini, namun belum semuanya, karena masih ada yang berhalangan hadir,” ucapnya. (18/05) .

Kusuma Riyadi mengungkapkan, bahwa, pihaknya akan mendalami surat kaleng yang diterima PWI Lamteng. “Intinya, kita mendalami surat tersebut yang ada nama namanya, kita lakukan klarifikasi pada mereka, kebenaran surat yang ditujukan pada Kantor PWI Lamteng. Kita sudah dapat perintah dari Bupati, agar melakukan pemeriksaan mendalam, dan kita kaji benar tidak, kebenaran surat itu,” ungkapnya.

Kata Kusuma Riyadi, nantinya setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya akan di laporkan pada Bupati Lampung Tengah, sebagai Pembina Pegawai, untuk di tindak lanjuti.

Lanjut kata Kusuma Riyadi, namun dari surat itu, banyak keganjilan, seperti Alamat pengirim tidak jelas, Jalan Pramuka Rajabasa Bandar Lampung Hermasyah. “Itukan sangat luas wilayahnya, seharusnya kan ada Alamat Kelurahan, RT,” ujarnya.

Salah satu pegawai yang tercantum namanya didalam surat tersebut, saat dihubungi via telpon, mengatakan, bahwa hal itu tidak benar atau fitnah. “Tidak benar saya melakukan itu, Demi Allah, saya bersumpah. Saya juga sudah di panggil Inspektorat, membuat surat pernyataan resmi, terkait surat kaleng yang tidak jelas itu,” kata (DW).

  Target Desember Selesai, Kades Fajar Indah Nadir Sampaikan Bantuan BSPS Tepat Sasaran

Selain itu, Yh yang juga namanya terdapat dalam surat kaleng tersebut, saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa masalah ini sudah di tangani Inspektorat, “kita serahkan semuanya pada Inspektorat, kita tidak ada bermain seperti itu, ini jelas fitnah,” tuturnya.

Kemudian (EV), saat dimintai kelarifikasi menyampaikan, bahwa itu surat aneh, “kita sebagai Pegawai di Disdukcapil, SK kita, dari pusat, bisa pindah dan digantikan, bukan dari Pemda Lampung Tengah. Saya minta, ini proses hukum, sapa yang buat surat tersebut, ini sudah menyemarkan nama baik saya, dan beberapa nama yang lain,” ucapnya.

Sedangkan Sekda Lamteng Nirlan, menyampaikan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut kepada Inspektorat. “Masalah tersebut silahkan hubungi Inspektorat saja,” ucap Nirlan saat di hubungi via Whatsapp.

Sementara Bupati Musa Ahmad, yang berhasil dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh salah satu media di Lamteng mengaku telah meminta pihak terkait menelusuri kebenaran kabar tersebut.

Ia menegaskan bahwa kabar soal jual jual beli jabatan di Kabupaten Lampung Tengah dipastikan tidak benar.

“Nama-nama yang tertera sudah diperiksa Inspektorat. Nanti mereka yang akan klarifikasi, dan akan kita lihat bila memungkinkan saya suruh lapor balik, karena dipastikan fitnah. Karena 2 orang hari ini (kemarin) sudah di periksa korbannya menyatakan tidak pernah ada yg menghubungi apa lagu diminta uang. Dan kita juga belum ada rotasi dilingkup tersebut,” tegas Musa. (red).

LAINNYA