Makan Minum Atlet Dana Hibah KONI 2020, Jadi Bancakan, Ini Kata Kejati

//Oknum Koni Terima Aliran Puluhan Juta. Dari Pihak Catering

Bandar Lampung, Intailampung.com-Dugaan dana Hibah KONI Lampung tahun 2020 senilai Rp 30 miliar yang menjadi bahan bancakan ternyata bukan hanya isapan jempol.

Salahsatunya anggaran makan minum atlit dan pelatih yang diduga kuat dikendalikan orang dalam KONI Lampung dan terindikasi di mark-up 

Dugaan fakta ini diungkap salahsatu sumber kepada awak media. Menurut sumber tersebut penunjukan catering untuk makan minum atlit diduga kental nuasa KKN, karena dikelola dan dikendalikan oleh bagian konsumsi dari KONI Lampung.

“Kalau yang megang cateringnya orang  KONI Lampung sendiri, mereka semua yang ngatur penunjukan catering, termasuk mereka diduga terima fee,” ujar sumber tersebut.

Berdasarkan data anggaran makan minum atlit dan pelatih pelatprov PON XX tahun Februari-Oktober 2020 ada sekitar 157 orang, dengan anggaran per orang sekitar Rp.125.000 – Rp 99.934 ribu.

Tetapi faktanya dana makan -minum atlit dan pelatih nilanya hanya sekitar Rp 82.500,- sehingga ada dugaan kuat markup yang cukup besar dari anggaran tersebut.  

Mirisnya lagi sumber ini mengungkap ada aliran fee diduga dari pemilik catering kepada oknum KONI Lampung yang dilakukan sebanyak lima kali pengiriman uang dengan total uang Rp 125 juta.

“Transaksi itu ada lima kali sekitar pertengahan Mei 2020 setiap transfer sebesar Rp 25 juta dengan keterangan “dana titipan KONI 1 sampai 5. Dana itu dari pemilik catering dikirim ke salahsatu istri orang KONI Lampung”, ujar sumber tersebut seraya mengaku pernah melihat bukti transfer tersebut. 

Terkait ini Kasipenkum Kejati Lampung I Made Agus Putra mengatakan terkait dana catering kemungkinan masuk materi penyidikan dan masih didalami oleh penyidik.

  Wagub Nunik Lepas Calon Jamaah Haji Provinsi Lampung

Menyangkut tudingan Penyidik Kejati Lampung terkesan lambat menentapkan tersangka kasus korupsi dana hibah KONI, Made mengaku hal itu lantaraan karena semua cabor diperiksa.

“Kalau katanya kami mandul itu tidak benar, karena semua kita periksa begitu juga bendahara, terlebih juga masih menunggu hasil audit BPK,” tegasnya

Dalam penyidikan dugaan penyimpangan dana HiIbah KONI Lampung penyidik sudah memeriksa puluhan saksi diantaranya Sekum KONI Subeno , Bendahara KONI Lampung IR Lilyana Ali V.

Sejauh ini beberapa nama yang di periksa kejati, Ketua Satgas KONI Lampung, Frans Nurseto, dua mantan Kadispora Hanibal, dan Budi Darmawan, Kadisnaker Agus Nompitu, Kadis Kesehatan Reihana,

Penyelidikan kasus dugaan korupsi dana hibah KONI ini sudah berjalan hampir satu tahun sejak sekitar September 2021, namun hingga Mei 2022 penyidik kejati belum menetapkan satupun tersangka.

Terbaru penyidik kejati kembali memeriksa sembilan saksi dari beberapa cabang olahrga.

Setidaknya sekitar 20 lebih saksi dari cabor yang diminta keterangan sejak Selasa-Kamis 17-19 Mei 2022

Diantaranya Ketua Harian KONI Lampung Hanibal yang juga Ketua Cabor Kickboxing dan Bendahara Kickboxing Vania Carissa Wanta.

Kemudian Wakil Ketua I Eko Agung Saputra dan Bendahara I Cabor Bulu Tangkis Mulya Jayanti Putri, Ketua Umum Cabor Persatuan Tenis Lapangan (Pelti) Trio Santoso, dan Bendahara Pelti Uun Hajar.

Selanjutnya Bendahara Cabor Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Maya Apriliana, Sekretaris Umum Cabor Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) FX Budi Nuryanto dan Bendahara Cabor Dayung Fikri Azali . (Bong)

Baca Juga

LAINNYA