Proyek Cleaning Servise RSUDAM Sudah Dilaporkan Kejati

//Hattrick Pemenang Proyek dari Luar Daerah

Bandar Lampung, Intailampung.com-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melaporkan dugaan korupsi kolusi nepotisme (KKN), sebab selama tiga tahun 2020 sampai 2022, jasa Cleaning service di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Muluk (RSUDAM) pemenang ‘mega  proyek’ selalu dari pihak luar daerah. Untuk tahun 2022 saja senilai Rp 8,1 miliar.

Kegiatan proyek jasa kebersihan dimenangkan perusahaan PT Ganedra Wijaya dengan nilai penawaran tertinggi berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur bisa menjadi pemenang

“Kita mempertanyakan mekanisme penentuan pemenang, kok bisa penawaran tertinggi dan dari luar daerah bisa menang. Padahal ada perusahaan yang hanya menawar Rp 7,3 miliar, atau lebih rendah Rp 800 juta, ini kan harus dijelaskan ke publik, karena selisihnya cukup besar,” kata Johan Alamsyah.

Johan menduga ada indikasi KKN dan dugaan pengkondisian dalam kegiatan jasa kebersihan Cleaning service RSUDAM di tahun 2022, bahkan tidak tertutup kemungkinan indikasi monopoli. 

Pasalnya di tahun 2021 kata dia kegiatan Jasa kebersihan di RSUDAM dengan nilai pagu Rp 8,122 miliar dimenangkan PT Febri Dharma Mandiri dengan nilai penawaran Rp 7,4 miliar, yang beralamat di Taman Nagoya E/3 Nomor 66 Ketajen Sidoarjo Jawa Timur. 

Sebelumnya lanjut Johan di tahun 2020 PT Febri Dharma Mandiri juga ditunjuk sebagai pemenang kegiatan Jasa kebersihan di RSUDAM dengan nilai penawaran Rp 6.5 miliar dari pagu sebesar Rp 7 miliar. 

“Artinya tiga tahun belakangan secara berturut-turut sejak 2020-2022 pemenang tender kegiatan jasa kebersihan di RSUDAM di monopoli perusahaan Sidoarjo Jawa Timur, dan anehnya dua perusahaan yang menang itu alamatnya nyaris serupa, in yang menjadi pertanyaan,” kata Johan. 

Menurut Sekretaris LSM Gamapela Johan Alamsyah pihaknya mengapresiasi kinerja Kejati Lampung yang telah melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi mega proyek di RSUDAM.

  Bansos Untuk Lampung, Komang Koheri bawa Bantuan Pusat 3,6 Triliun

“Kita memang sudah melaporkan kasus ini ke Kejati Lampung, Allhamdulillah laporan kami ini diproses. Ditambah lagi ada temuan dari BPK, jadi kami sangat mengapresiasi kinerja kejati mudah-mudahan penyelidikan kasus ini tuntas sampai ada tersangka,” kata Johan.

Terpisah,  Direktur Utama RSUDAM Lukman Pura belum dapat dimintai keterangannya pesan WhatsApp yang dikirimkan, hanya dibaca saja. (Bong)

Baca Juga

LAINNYA