LSM GERAM Akan Laporkan Proyek UIN tahun 2021 ke APH, Diduga Sarat KKN 

Bandar Lampung, Intailampung.com-Relasisasi Anggaran di Universitas Islam Negeri Lampug tahun anggaran 2021 sepatutnya menjadi perhatian khusus Aparat Penegak Hukum (APH).

Sebab menurut Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GERAM yang terdiri dari LSM Strategi Kebijakan Analisis Anggaran Publik (SKAAP) dan LSM Lampung Transparansi Anggaran (LANTANG) menyebutkan realisasi anggaran banyak masalah dan menimbulkan pertanyaan.

Terkait pengelolaan anggaran baik pada kegiatan fisik ataupun non fisik yang dilakukan pada 2021 yang diduga kuat terjadi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Menurutnya proyek tersebut juga selain syarat penyimpangan dan diduga tidak sesuai spek. Selain itu diduga masih marak juga terjadi persentase (setoran) kegiatan fisik seperti rehab dan bangunan baru. Sehingga banyak perusahaan pemenang tender mengurangi mutu material yang berdampak pada buruknya kualitas pekerjaan fisik pembangunan yang diduga tidak sesuai.

Hasil investigasinya dugaan itu ialah pembangunan Gedung Serba Guna (GSG) tahap 2 (dua) Rp7,303 miliar tahun anggaran 2021, yang dikerjakan CV Rana Pratama Jaya. Menurut Ketua Koalisi GERAM Andri Arifin, bahwanya hasil pengamatan pekerjaan diduga tidak sesuai spek.

Tidak hanya itu, kata Andri, rehab pembangunan Gedung Akademik Fakultas Ushulludin UIN Raden Intan Lampung Rp1,6 miliar tahun anggaran 2021, sarat bermasalah.

“Berdasarkan investigasi rehab pembangunan Gedung Akademik Fakultas Ushulludin UIN Raden Intan Lampung Rp1,6 miliar, yang dikerjajakan CV.Tuah Amor diduga banyak tambal sulam dan terkesan asal jadi. Contohnya pekerjaan pemasangan plafon gedung yang diduga dikerjakan asal-asalan dan ada yang tidak diganti karena ada yang hanya di cat, kemudian pekerjaan kusen jendala, kayunya diduga kuat tidak diganti baru tapi hanya di cat saja,” kata Andri Arifin Ketua Koalisi LSM GERAM dalam rilis kepada awak media, Selasa (18/10/2022)

  Dewi Nadi Ajak Masyarakat Lamteng Amalkan Nilai-nilai Pancasila

Serta proyek pemagaran kampus UIN yang dikerjakan CV Halim Konstruksi, dengan anggaran Rp3,7 miliar tahun anggaran 2021.

“Untuk itu Geram meminta agar aparat penegak hukum dapat mengusutnya,” demikian kata Andri.

Terkait tudingan dari Koalisi LSM GERAM, Humas UIN Raden Intan Lampung, Hayatul Islam enggan komentar lebih jauh.

“Berita kapan nih?,” kata Hayatul dalam balasan pesan WhatsAppnya. (*)