PAD Lamteng Meningkat Pesat Selama 2022

INTAILAMPUNG.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lampung Tengah siap tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lampung Tengah dengan inovasi dan juga target kerja demi kemajuan Lampung Tengah.

Hal ini di sampaikan langsung oleh kepala Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) Lampung Tengah, Drs.Asrul Sani,di ruang kerjanya, Rabu (18/01/23).

“Target PAD untuk tahun 2022, Alhamdulillah kita sudah tercapai. Dan target untuk Peningkatan di tahun 2023 kita naikan dari Rp 116 Miliar kita naikan menjadi Rp 125 Miliar artinya ada kenaikan sekitar Rp 9 Milyar. Tahun 2022 ini lebih dari Rp 35 Miliar peningkatannya untuk semua sektor pajak yang menjadi kewenangan Bapenda,” ungkap Asrul Sani

Selain dari itu Bapenda juga sedang membuat terobosan sebuah sistem aplikasi untuk menertibkan pajak reklame di Lampung Tengah.

“Kami sedang membuat satu sistem aplikasi terkait pajak reklame ini, jadi saat kita buka di situ akan menjelaskan itu sudah bayar pajak atau belum, masih aktif atau tidaknya, dan bisa juga untuk pengecekan adanya tunggakan pajak atau tidaknya.Ini akan kita mulai di tahun 2023 ini,”terangnya

Terkait masalah SPPT PBB warga yang masih belum ada bukti pembayaran di Bapenda padahal masyarakat sudah membayar melalui aparatur kampung, Asrul Sani menegaskan itulah yang menjadi point utama pembenahan di Bapenda saat dirinya diberikan amanah sebagai kepala Bapenda Lampung Tengah.

“Kendala kita selama ini karena pemungutan pajak lewat kampung, apakah pihak Kampung itu sudah menyetorkan ke kas daerah atau belum, kalau belum sampai kapanpun data di Bapenda tidak akan terbayar.Maka semenjak saya bertugas di sini kami buat pengecekan SPPT PBB itu Lima tahun kebelakang yang Tujuannya untuk meminimalisir pemakaian uang pajak itu di tingkat kampung. Dan saat ini kita sudah menjalin kerjasama dengan Bank Lampung, Kantor Pos dan Indo mart dan Alfamart bahkan lewat HP Android juga sudah bisa, jadi masyarakat wajib pajak bisa langsung menerima bukti pembayaran pajak secara langsung”terang Asrul Sani

  Anggaran Tahun 2021 Pemkab Lamteng Bermasalah, Temuan BPK RI 40 Persen Belum Kelar Ditindaklanjuti

Sedangkan untuk menertibkan administrasi pajak di Lampung Tengah, saat ini Bapenda sedang membuat peta digital yang rencananya akan di uji coba di salah satu kampung di Lampung Tengah.

“Bapenda sedang membuat sebuah peta digital dan akan kita lakukan uji coba di Kampung Sumber Rejeki, kecamatan Bandar Mataram, nanti akan terlihat di peta tersebut misalnya luas wilayah 10.000 ha dan yang baru bayar pajak baru 5.000 ha, berarti sisa belum bayar pajak,” imbuhnya.

Inovasi Bapenda Lampung Tengah ini dilakukan untuk meningkatkan PAD Lampung Tengah

“Kita sendiri yang menyiapkan alatnya dan perangkat kampung yang bekerja karena ini juga untuk kepentingan kampung mereka sendiri. Karena dalam peta digital ini nama wajib pajak, alamat,dan no telpon bahkan bentuk bangunan ataupun tanah yang di miliki wajib pajak juga jelas ada dalam peta ini. Ini baru uji coba apabila nantinya membutuhkan biaya yang tidak besar dapat segera kita laksanakan, tetapi jika butuh anggaran yang besar harus juga meminta persetujuan dari DPRD Lampung Tengah terlebih dahulu. Tetapi semua yang kita lakukan ini adalah untuk peningkatan PAD dan kemajuan Lampung Tengah yang kita cintai ini,” tutupnya. (zdk)