INTAILAMPUNG.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sumatera (Itera) Kelompok 155 di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan mengajarkan cara membuat kerupuk dari limbah kulit Kakao kepada warga, khususnya ibu-ibu TP PKK dan Kader desa setempat, Jumat (20/01/2023).
Ide tersebut muncul ketika melihat limbah kulit Kakao yang berlimpah dari sejumlah usaha pengolahan Kakao di Kecamatan Merbau Mataram. Kulit Kakao tersebut sementara ini hanya jadi makanan ternak saja.
Dengan mengajarkan cara pengolahan ke ibu-ibu PKK dan Kader Tanjung Baru. Hal tersebut dirasa penting mengingat tumbuhan Kakao (Theobroma Cacao) adalah salah satu komoditas hasil perkebunan di Kecamatan Merbau Mataram.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Tanjung Baru, Helmi Yusuf, Ketua TP PKK Tanjung Baru, Awang Andriani, Ketua LPM, Nur Yanih, Ketua Kader, Katijah, Ketua KPM, Junariah, aparatur desa dan masyarakat Tanjung Baru.
Dalam kegiatan itu sekaligus dilakukan demo tentang pembuatan kerupuk dari kulit Kakao mulai dari awal hingga menjadi makanan ringan yang aman untuk dikonsumsi.
Kepala Desa Tanjung Baru, Helmi Yusuf sangat berterimakasih kepada mahasiswa KKN yang sudah mengenalkan pengolahan limbah kulit Kakao menjadi kerupuk.
Dia memaparkan, selain bermanfaat untuk mengobati kanker, kulit kakao juga mampu menurunkan tekanan darah, menyehatkan jantung, menurunkan kadar kolesterol, anti obesitas, mengobati diare, dan mengobati stress.

Hal itu kata dia, dikarenakan dalam kulit kakao terdapat kandungan senyawa kimia yang baik untuk tubuh yakni, air, abu, lemak, protein, Lignin, karbohidrat, selulosa, dan Hemi selulosa.
“Ini amat berpotensi, daripada terbuang kan bisa dimanfaatkan. Karena nyatanya kulit kakao pun kaya akan gizi dan mengandung banyak manfaat untuk tubuh,” katanya.
Helmi juga mengajak masyarakat untuk memperhatikan secara seksama tata cara pembuatan kerupuk kulit Kakao yang didemokan oleh Mahasiswa KKN.
“Siapa yang punya pohon Kakao juga harus dirawat dengan baik. Jangan cuma ditanam dan dibiarkan saja,” tukasnya.
Menurut dia, jika dikelola dengan baik, kerupuk kulit kakao ini bisa menjadi produk UMKM unggulan Desa Tanjung Baru.
“Jika dikelola dan dikembangkan dengan baik, ini bisa menjadi produk unggulan Desa kita, dan mampu menopang perekonomian warga Desa Tanjung Baru,” ucapnya.
Kegiatan tersebut dipandu oleh Adri Firmansyah, Ketua Kelompok 155 KKN Itera. Dia menjelaskan mengenai berbagai tekhnik pemasaran. Mulai dari pemasaran offline maupun online.
Mahasiswa juga mengajarkan bagaimana cara mengemas yang rapi agar menarik minat konsumen untuk membelinya. Sekaligus mengenai perizinan dan hak paten atas merk produk.
Pantauan di lokasi, ibu-ibu PKK dan Kader tampak sangat antusias memperhatikan tahapan demi tahapan pembuatan kerupuk Kakao yang diperagakan oleh Mahasiswa KKN hingga usai.
Usai acara, Ketua Kader Tanjung Baru, Katijah mengatakan, ilmu yang didapat nantinya akan coba diterapkan langsung dengan menggandeng seluruh kader. Menurut dia pengolahan kerupuk kakao tergolong mudah dan murah.
“Nanti kita coba membuatnya bersama teman-teman kader lainnya, sepertinya ini menjanjikan, selain mudah pembuatannya, bahan-bahan untuk membuatnya pun relatif murah,” sebutnya.
Laporan: Sony Fauzi, Sopian LNMS
Editor: Ibrahim Hayat










