Lagi, DPRD Bandar Lampung Soroti Dampak Aktivitas Stockpile di Panjang

INTAILAMPUNG.COM Ceceran tanah dan batubara di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung kembali dikeluhkan warga.

Pasalnya, jalan yang padat lalu lintas kendaraan tersebut dipenuhi dengan ceceran tanah dan batubara yang diduga berasal dari kendaraan pengangkut material perusahaan stockpile di jalan Yos Sudarso.

Pantauan Intailampung.com di lokasi, Selasa, 7 Maret 2023, banyaknya kendaraan pengangkut yang parkir di tepi jalan pun diduga penyebab lain dari ceceran tanah di bagan jalan. Sebab pada tepi jalan yang tak beraspal terlihat kubangan air dan tampak becek.

Tentunya saat kendaraan yang parkir mulai melaju, tanah yang menempel pada roda kendaraan akan mengotori jalan. Ceceran tanah itu mengakibatkan jalan licin saat cuaca hujan dan berdebu saat cuaca terik.

Salah satu pengguna jalan, Nurdin mengatakan jalan kotor akibat tumpahan batubara dari kendaraan truk pengangkut yang keluar masuk lokasi stockpile di jalan Yos Sudarso. “Batubara itu dari kendaraan yang keluar masuk stockpile, kalau tanahnya dari kendaraan yang parkir depan BW,” katanya.

Nurdin mengaku, dengan ceceran batubara tersebut, cukup menggangu dirinya sebagai pengguna jalan. Apalagi, ceceran yang ada di jalan cukup banyak.

“Tentu membahayakan pengguna jalan, karena licin kalau hujan, sementara debunya gak nahan kalau cuaca panas, kemarin aja ada sepeda motor yang terpeleset,” tutur warga Kelurahan Bumi Waras ini.

Sementara anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandar Lampung, Endang Asnawi menyebut permasalahan debu di Jalan Yos Sudarso disebabkan tidak adanya penyiraman saat mobil keluar dari lokasi.

Seharusnya PT Bumi Waras (BW), selaku perusahaan stockpile berkewajiban melakukan penyiraman dan penutupan kendaraan saat akan keluar dari lokasi. “Harusnya ketika operasional dilakukan penyiraman dan tertutup rapat agar jangan terlalu banyak debu yang terbawa angin dan tumpahan batubara tidak mengotori jalan,” ucapnya.

  Percepat Pembangunan Infrastruktur, Gubernur Ridho Ajukan Raperda Perbaikan 6 Ruas Jalan

Seirama dengan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III, Agus Purwanto yang mengaku miris melihat warga yang lagi-lagi mengeluhkan dampak dari kegiatan stockpile yang ada di Bandar Lampung,

Dikatakannya, hal ini terjadi akibat lambatnya penanganan baik dari pemerintah maupun instansi terkait.

Menurut dia, Ditjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakum KLHK) pun sudah sepatutnya turun tangan menangani persoalan stockpile yang kian meresahkan ini.

Agus menyampaikan, pihaknya sebelumnya telah memanggil perusahaan stockpile dan merekomendasikan untuk segera melengkapi dan memperbaiki UKL-UPL yang direkomendasikan.

“Namun yang terjadi, mereka (Stockpile Bumi Waras) ternyata masih membandel, ya itu tadi, karena kurangnya pengawasan dari DLH,” tukasnya.

Masih kata Agus, hal itu pun akan dibahas dalam rapat komisi untuk pemanggilan ulang perusahaan dan dinas terkait untuk penyelesaiannya.

“Jika nanti masih ditemukan perizinan ada yang tidak lengkap atau rekomendasinya tidak dijalankan, harus kita ambil sikap tegas bersama dengan Pemkot,” Agus mengakhiri. (*)

Laporan/Editor: Ibrahim Hayat