INTAILAMPUNG.COM-Guna mencegah penyebaran penyakit polio, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus mencanangkan pekan imunisasi nasional (PIN) dengan sasaran anak-anak rentang usia mulai 0 sampai 7 tahun.
Pj.Bupati Tanggamus, Mulyadi Irsan mengatakan pelaksanaan PIN akan dilakukan secara serentak di seluruh Posyandu di Kabupaten Tanggamus dan juga di tiap sekolahan mulai jenjang PAUD, TK, SD dan MI sederajat dimulai pada hari ini,selasa (23/7).
“Kita berharap pelaksanaan pekan imunisasai nasional polio di Kabupaten Tanggamus berjalan dengan baik, kondusif serta target minimal 95 persen yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dapat tercapai,” kata Mulyadi Irsan, saat membuka pencanangan PIN di Balai Pekon Argomulyo, Sumberejo.
Dijelaskan Mulyadi, dengan dilakukannya imunisasi polio pada anak sejak dini, akan membuat kekebalan kelompok terhadap penyakit polio dapat terbentuk. Sehingga dapat memutus mata rantai penularan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang bernama poliovirus di Kabupaten Tanggamus.
Kepala Dinkes Tanggamus Taufik Hidayat, dalam laporannya menyampaikan, dasar pelaksanaan PIN polio ini menindaklanjuti surat Menteri Kesehatan RI nomor IM.0203/Menkes/311/2024, dan surat Mendagri nomor 400.5.2/2673/SJ perihal pelaksanaan pekan imunisasi Nasional dalam rangka penanggulangan kejadian luar biasa (KLB) Polio.
Dirinya menjelaskan, untuk target sasaran PIN Kabupaten Tanggamus sendiri berdasarkan estimasi sasaran dari Kementerian Kesehatan berjumlah 91.260 anak. Sementara, jika berdasarkan data yang dihimpun Dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil) Tanggamus berjumlah 82.592 anak
“Sasaran berdasarkan pengumpulan data by name by addres oleh puskesmas berjumlah 67.288.000 anak. Sedangkan target capaian cakupan PIN polio adalah 95 persen dari sasaran,” ujar Taufik.
Dikutip dari website Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, sebanyak 32 Provinsi dan 399 Kabupaten/Kota di Indonesia masuk dalam kategori risiko tinggi polio.
Sejak tahun 2022 hingga tahun 2024, dilaporkan telah terjadi 12 kasus kelumpuhan. 11 kasus disebabkan oleh virus polio tipe 2 dan satu kasus diakibatkan oleh virus polio tipe 1. Kasus ini tersebar di 8 Provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Banten.
Penyakit polio sendiri, seperti yang dijelaskan dalam website Kemenkes RI, disebabkan oleh virus polio yang berasal dari genus Enterovirus dan family Picorna viridae. Virus ini ditularkan oleh infeksi droplet dari orofaring (mulut dan tenggorokan) atau dari tinja penderita yang terinfeksi.
Penularan terutama terjadi secara langsung yaitu makan atau minuman yang tercemar virus Polio, dan melalui penyebaran air liur pasien melalui udara saat berbicara. Virus Polio yang masuk melalui mulut dan hidung memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan.
Infeksi virus Polio terjadi di dalam saluran pencernaan yang menyebar ke kelenjar limfe regional sebagian kecil menyebar ke system syaraf. Polio dapat menyerang pada semua kelompok umur, namun yang paling rentan adalah kelompok umur kurang dari 3 (tiga) tahun.
Penyakit ini ditandai dengan munculnya demam, lelah, sakit kepala, mual, kaku di leher dan sakit di tungkai dan lengan. Seseorang yang terinfeksi virus polio berisiko mengalami kelumpuhan yang terjadi dalam 7-21 hari setelah terinfeksi.(Denny)







