Disdikbud Lamteng Kenalkan Budaya ke Genarasi Muda Melalui Lagu-Lagu Lampung

Suara Merdu Lagu Lampung di Tugu Canang

INTAILAMPUNG.COM — Tepat di hari Rabu 15 Oktober 2025, Tugu Canang dipenuhi ratusan pelajar SD dan SMP Se-Kabupaten Lamteng.

Suara lagu-lagu Lampung merdu terdengar dari pagi hingga sore hari. Menariknya, suara merdu lagu Lampung itu bukan berasal dari suara rekaman musik atau radio yang biasa berbunyi di Lapangan tugu canang.

Melainkan suara itu berasal dari para anak-anak SD dan SMP dari perwakilan sekolah mereka masing-masing yang sedang beradu talenta dalam lomba Lagu Pop Daerah Lampung.

Kegiatan yang di gagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) ini, ternyata merupakan rangkaian dari Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) yang setiap tahunya di selenggarakan, sebagai rangkaian dari Pekan Kebudayaan Nasional.

Kegiatan ini digadang-gadang sebagai wadah ekspresi dalam pelestarian budaya Lampung dan penguatan nilai-nilai budaya daerah dengan tema “Pekan Kebudayaan Daerah Adalah Ruang Lingkup Bersama Indonesia Bahagia.”

“Ini merupakan agenda rutin tahunan bidang kebudayaan yang bertujuan menggali potensi, memperkuat identitas daerah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya Lampung,” tutur Kadisdikbud Lamteng Dr. Nur Rohman, S.Sos., M.Sos.I.

Ia menjelaskan, bahwa seluruh kegiatan dalam PKD merupakan rangkaian dari upaya pelestarian budaya.

“Memajukan budaya daerah Lampung merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, tenaga pendidik dan masyarakat, semua ikut andil. Karena Lampung Tengah “Beguwai Jejamo Wawai”, merupakan milik kita bersama. Pelestarian ini harus berkelanjutan agar budaya tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan daerah,” ujar Dr. Nur Rohman.

Tahun ini, Pekan Kebudayaan Daerah menghadirkan 21 cabang lomba, mulai dari cerdas cermat bahasa Lampung dan cagar budaya.

Tak hanya itu, kegiatan ini pun juga ada olahraga tradisional seperti egrang bambu dan ketapel, hingga seni pertunjukan dan literasi budaya, seperti tari kreasi daerah, musik tradisional, menulis aksara Lampung, mendongeng, hingga lomba film dokumenter tradisi Lampung.

  Mantan GM PT.GMP Ditahan, Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Lebih Dari Rp 400 Miliar

Peserta kegiatan berasal dari jenjang SD, SMP, hingga masyarakat umum, sementara dewan juri melibatkan unsur akademisi dan praktisi budaya, antara lain dari Museum Lampung, Balai Bahasa Provinsi Lampung, Universitas Lampung, Politeknik Negeri Lampung, ITERA, MGMP Kabupaten Lampung Tengah, serta Dewan Kesenian Lampung.

Menurut Dr. Nur Rohman, ajang ini menjadi ruang pembelajaran dan apresiasi budaya bagi generasi muda agar lebih mengenal, mencintai dan melestarikan warisan leluhur Lampung.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang berperan dalam terselenggaranya kegiatan ini, termasuk para dewan juri dan peserta yang telah menunjukkan dedikasi dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah,” tambahnya.

Melalui Pekan Kebudayaan Daerah 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah berharap budaya lokal dapat terus menjadi inspirasi dalam membangun karakter bangsa yang berakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *