INTAILAMPUNG.COM – Bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia, (HAKORDIA) yang jatuh pada 9 Desember 2025, menjadi catatan tersendiri bagi Kabupaten yang dijuluki “Beguwai Jejamo Wawai”.
Pasalnya, Kabupaten Lampung Tengah digemparkan dengan isu Operasi Tangkap Tangan (OTT), sejumlah Legislator oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menyeret nama pejabat tinggi termasuk Bupati.
Isu itu mencuat ke publik sehari sebelum HAKORDIA tepatnya pada 8 Desember 2025, sekira kurang lebih pukul 15.00 Wib, 3 orang anggota DPRD Kabupaten Lamteng di isukan terciduk OTT KPK saat menjalani Bimtek di sebuah Hotel di kawasan Jakarta.
Bahkan isu itu kembali mencuat dengan narasi yang menyebut Bupati, Ardito Wijaya di sebut-sebut terbang ke Jakarta memenuhi panggilan penyidik KPK masih dalam agenda OTT anggota dewan yang di maksud, dan kebenaran itu tampak beberapa orang yang diduga penyidik KPK menggeledah Rumah Dinas Bupati, (Nuwo Balak) yang berada di Gunung Sugih, selama 3,5 jam.
Dari informasi yang dihimpun, penyidik KPK menyita uang tunai sebesar Rp.100 juta, HP, beberapa buku rekening, dan dokumen lainnya.
Ironi, di saat Kabupaten lain sedang memeriahkan peringatan HAKORDIA sebagai bentuk komitmen dalam pemberantasan Korupsi, Kabupaten Lamteng harus menghadapi kenyataan pahit, diduga menjadi contoh bagi Kabupaten lain, sebagai konsekuensi saat bermain-main dengan anggaran negara.
Bahkan dari pernyataan salah satu Organisasi Mastarakat, (Ormas) yang enggan identitasnya di publis menyebut bahwa, hal itu sudah lama di prediksi.
“Dampak dari ketamakan yang dilakukan bersama kroninya, dan itu sudah kita prediksi sejak jauh hari,” ujar sumber, Selasa (9/12/2025).
Artinya, OTT itu bisa saja sudah lama menjadi target KPK, namun waktunya saja yang baru terjadi, di ambil momen saat peringatan HAKORDIA, atau itu yang di sebut hari apes tidak pernah ada di dalam Kalender Nasional kita.
Namun hingga berita ini di turunkan, pihak KPK belum memberikan pernyataan resmi soal OTT dan penggeledahan Rumdis Bupati Lamteng tersebut, sementara opini dan isu yang berkembang semakin liar, dari masyarakat. (rki)












