INTAILAMPUNG.COM – Terhitung hampir setengah tahun, jasa pelayanan (Jaspel) BPJS dan umum Tenaga Kesehatan (Nakes), dilingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Demang Sepulau Raya (DSR), Kabupaten Lampung Tengah, belum dibayarkan.
Terhitung dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2025, dan bulan November – Desember 2025 hingga saat ini belum terbayar, yang mana hal itu sudah masuk dalam perhitungan tutup buku, tetapi anggaran tahun 2025 itu hingga saat ini belum juga di cairkan pihak RSUD DSR Lamteng.
Entah apa penyebabnya, namun beberapa nakes mengeluhkan terkait belum ada pencairan Jaspel mereka hampir setengah tahun ini. Apakah disebabkan keterlambatan pencairan klaim BPJS, atau di duga ada penyalahgunaan dana, hingga saat ini tidak ada yang tahu.

Dana jasa pelayanan di rumah sakit merupakan imbalan atas pelayanan tenaga kesehatan yang diberikan kepada tenaga kesehatan yang meliputi perawat, tenaga administrasi, dan tenaga kesehatan lainnya yang terlibat dalam memberikan layanan keperawatan, tindakan, administrasi, atau pelayanan lainnya kepada pasien.
Adapun imbalan Jaspel tersebut diberikan setiap tri wulan sekali, walaupun dalam pelaksanaannya ada variasi pembayaran antar rumah sakit. Namun, dari informasi salah satu nakes dilingkungan RSUD DSR Lamteng, yang meminta identitasnya tidak dipublis menyebut bahwa, Jaspel mereka pada tahun 2025 lalu terhitung 5 bulan hingga saat ini belum dibayar, sementara jasa pelayanan (jaspel) itu merupakan hak dari para tenaga kesehatan.

“Kami semua nakes yang ada dilingkungan RSUD DSR Lamteng, meminta ada kejelasan soal hak kami yang belum dibayarjan itu. Sementara, saat kami tanyakan kepada direktur, beliau menyebut itu bukan kewenangannya, pada saat itu,” keluh sumber, Rabu (21/1/2026).
“Lalu kami harus bertanya keoada siapa mas, tolong kami mas, apa solusi atas ini semua,” imbuhnya.
Ia menyampaikan bahwa, Jaspel yang dimaksud, biasanya setiap 3 bulan sekali terealisasi, dimana dengan nilai Jaspel itu cukup membantu untuk kebutuhan keluarga terutama untuk kebutuhan anak.
Ia berharap ada keterangan yang di sampaikan pimpinan, atau pihak terkait soal keterlambatan Jaspel Nakes RSUD DSR yang hampir setengah tahun ini belum terbayarkan. (rki/red)












