INTAILAMPUNG.COM – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), Kabupaten Lampung Tengah, menggelar rapat koordinasi (Rakoor), khususnya di areal Integrated Area Developmen (IAD) yang berfokus pada sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Kepala Balitbangda Lamteng, Drs. Benny Sufiaga, A.P, M.H., menyampaikan bahwa, rakoor itu menekankan pada realisasi anggaran yang lebih cepat, inovasi pelayanan, dan efektivitas program pembangunan, yang berfokus pada kesejahteraan, sesuai dengan Asta Cita & prioritas nasional, dan sinkronisasi kebijakan daerah dengan agenda pusat, termasuk pengembangan SDM, kesehatan (seperti makan bergizi), dan ketahanan pangan.
“Rapat ini menjadi kunci untuk memastikan target jangka panjang (RPJPN 2025-2045) dapat diimplementasikan secara terpadu di tingkat daerah,” katanya, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, rakoor juga mendorong daerah untuk menggunakan hasil penelitian dan inovasi untuk memandirikan dan menyejahterakan masyarakat. Seperti, ketahanan pangan, dalam program kampung, seperti yang difokuskan pada ketahanan pangan untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Kemudian, dalam strategi percepatan program validasi data, daerah diinstruksikan untuk memvalidasi data penerima manfaat program secara berkala agar bantuan sosial tepat sasaran, dengan membentuk sinergi lintas sektor yang melibatkan biro kesejahteraan Rmrakyat, Bappeda, dan sektor teknis lainnya untuk membangun sistem yang terintegrasi.
“Mengoptimalkan kolaborasi dengan BUMDes dan pemerintah tingkat Kampung untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menggerakkan ekonomi lokal. Saat ini kita fokus pada peningkatan layanan kesehatan, penurunan inflasi, dan penguatan sektor UMKM untuk kesejahteraan,” terang Kaban litbangda Lamteng ini.
Selain itu, rakor ini juga berfungsi untuk mengevaluasi realisasi program/kegiatan tahun sebelumnya, mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya capaian, dan mengambil tindakan perbaikan perencanaan. Dimana, monitoring ketat dilakukan terhadap realisasi belanja, di mana pemerintah pusat memberikan insentif fiskal bagi daerah yang berprestasi.
“Artinya, rakoor ini secara keseluruhan bertujuan mempercepat realisasi pendapatan dan belanja daerah, yang perlu untuk dioptimalkan agar tidak terlambat, terutama dalam sektor pelayanan publik,” pungkasnya.
Turut hadir dalam rakoor itu, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Sekretaris Badan Helmiyati, S.Pd, SE, M.M., Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Dra. Mardiana, M.M., dan Kepala Kampung Mataram Udik, Pjs. Kepala Kampung SP1, SP2 dan SP3 Serta Koordinator Seluruh Wilayah Way Terusan Kecamatan Bandar Mataram, Lamteng. (rki)












