INTAILAMPUNG.COM – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa pelatihan vokasi merupakan langkah konkret untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri.
“Inilah langkah konkret bagaimana Kemnaker dapat menyiapkan tenaga kerja melalui pelatihan vokasi,” kata Yassierli saat meninjau pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 di BBPVP Medan, Selasa (21/4/2026).
Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch I yang dilaksanakan di BBPVP Medan mencakup 10 program pelatihan dari 8 kejuruan. Program tersebut meliputi Teknisi AC dari kejuruan Refrigerasi; Practical Office dari kejuruan IT; Barista, Kitchen Management, dan Housekeeping Management dari kejuruan Pariwisata; Surveyor dari kejuruan Bangunan; Operator Forklift dari kejuruan Otomotif; Las 6G dari kejuruan Las; Instalasi Tenaga Listrik dari kejuruan Listrik; serta Menjahit dari kejuruan Menjahit.
Seluruh program ini sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan pasar kerja, sehingga peserta diharapkan memiliki keterampilan yang relevan dan siap bekerja setelah menyelesaikan pelatihan.
Yassierli meminta seluruh balai pelatihan di bawah Kementerian Ketenagakerjaan agar terus memperluas akses pelatihan sehingga manfaatnya dapat dirasakan banyak masyarakat.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi hambatan dalam meningkatkan jumlah peserta pelatihan. Karena itu, ia meminta seluruh kepala balai agar aktif menjalin kerja sama dengan dunia industri.
“Kalau dana kita terbatas, saya minta kepada kepala balai agar menjalin kerja sama dengan industri. Dari situlah nanti kita bisa menyuplai tenaga kerja yang memiliki kompetensi vokasi sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.
Yassierli menegaskan bahwa target peserta PVN pada 2026 mencapai 70 ribu orang. Sementara pada Batch I, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan tercatat sebanyak 10.405 orang. Mereka tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD.
Ia berharap pelatihan vokasi tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga memperluas peluang kerja dan mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor industri.
Biro Humas Kemnaker.
Rilis ini mengangkat momentum penting informasi terkait Pelatihan vokasi menjadi strategi konkret pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Melalui pendekatan link and match, program pelatihan dirancang berbasis kebutuhan riil pasar kerja, sehingga lulusan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga siap langsung bekerja.
Berbagai program pelatihan vokasi mencakup sektor-sektor strategis seperti teknologi informasi, manufaktur, konstruksi, pariwisata, hingga jasa. Peserta dibekali dengan kompetensi teknis (hard skills) dan keterampilan kerja (soft skills) yang relevan, termasuk disiplin, etos kerja, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan industri.
Selain itu, penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri menjadi kunci keberhasilan pelatihan vokasi. Kemitraan ini membuka peluang lebih luas bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman praktik kerja, sertifikasi kompetensi, hingga penempatan kerja setelah pelatihan.
Pelatihan vokasi tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga berperan penting dalam menekan angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan akses pelatihan yang semakin luas dan program yang semakin relevan, diharapkan semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.












