INTAILAMPUNG.COM – Yunada tetap pada pengakuan sebelumnya. Temuan OmGua soal paket pengadaan Gedung Perpustakaan Daerah Kotabumi tahun 2017 dan 2018 tak membuatnya berubah. Kekeh! Tak ada pengakuan lain.
“Ya, statemen saya seperti yang kemarin itulah, itu yang saya ingat,” jawab Yunada. Selasa (15/09/2026) di Kotabumi, Lampung Utara, Lampung.
Sebelumnya, Yunada mengaku berperan sebagai Kabid Cipta Karya sekaligus KPA Perencanaan pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2019. Ia pun menyebut perencanaan pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah dibuat sekitar tahun 2018/2019.
Disinggung dengan temuan data SPSE yang mencatat paket Pembangunan Baru GEDUNG Perpustakaan Daerah Kab.LU tahun 2017 dengan pagu Rp. 2 miliar dan paket Lanjutan Gedung Perpustakaan tahun 2018 dengan pagu Rp. 800 juta.
“Saya enggak ada tanggapan lain lagi,” ujarnya.
Data SPSE tahun 2017 mencatat CV Lima Dua sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp. 1.998.026.000. Perusahaan yang sama kembali tercatat sebagai peserta tender paket tahun 2018. Namun, CV Lima Dua dinyatakan gugur karena tidak memenuhi ambang batas nilai teknis. Paket tahun 2018 kemudian dimenangkan CV Buay Minak dengan nilai penawaran Rp. 799.550.000.
Munculnya dua paket tersebut menambah jejak pengadaan dalam perjalanan pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kotabumi. Namun, hubungan langsung antara paket tahun 2017 dan 2018 masih memerlukan penjelasan berdasarkan dokumen maupun keterangan pihak terkait.
Jejak pengadaan itu ternyata tak berhenti di tahun 2018. Pada tahun 2024, pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kotabumi kembali muncul dengan pagu Rp. 1,2 miliar dari APBD Perubahan tahun 2024 melalui Disperkim-Ciptaru Lampung Utara. Pekerjaan tersebut juga mendapat pendampingan hukum dari Jaksa Pengacara Negara (JPN) bidang Datun Kejari Lampung Utara.
*Lantas, bagaimana sebenarnya rangkaian pembangunan Perpus Kotabumi sejak tahun 2017 hingga tahun 2024?*
Di sisi lain, data SPSE paket tahun 2017 dan 2018 tersebut juga sudah disampaikan kepada Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Cristofel.
“Siap, monitor,” jawabnya.
Sebagai informasi, penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kotabumi di Polres Lampung Utara masih berada dalam tahap penyelidikan.
(Red)












