DPRD Lamteng Sidak Kantor Dinas Koperasi, Atas Laporan Banyaknya Koperasi Bermasalah

Lampung Tengah, Infolampung.co – Banyaknya laporan koprasi yang bermasalah di Kabupaten Lampung Tengah (lamteng), membuat Komisi II Dprd Lamteng mempertanyakan kinerja Dinas Koprasi dan Umkmdannbsp; terhadap kerja pengawasan dinas terkait.dannbsp;

Ketua Komisi II DPRD Lamtengdannbnbsp; Anang Hendra Setiawan mengatakan, dengan banyaknya koprasi yang bermasalah, banyak masyarakat dirugikan. Dinas Koprasi diharapkan lebih jeli dan teliti. Dalam melakukan pengawasan. Sehingga terbentuknya koprasi di lamteng tidak dijadikan mencari keuntungan peribadi oleh oknum.dannbsp;

“Banyak sekali di lamteng koprasi yang bermasalah, khususnya masalah pengelolaan keuangan. Sehingga banyak sekali masyarakat ikut dirugikan,” ucapnya. Kamis (25/1/2018).

Baca Juga

Anang menerangkan, kunjunganya ke dinas koprasi dilakukan sebagai bentuk, upaya menindaklanjuti laporan masyarakat. Karena banyaknya koprasi yang merugikan masyarakat.dannbsp;

danldquo;Untuk mempertanyakan masalah tersebut, kami pun meminta data dan laporan koperasi, serta menanyakan sejauh mana pengawasan yang sudah dilakukan terhadap koperasi, yang ada di lamteng,” terangnya.dannbsp;

Untuk lebih memahami kondisi riil di lapangan, Komisi II juga berencana melakukan inspeksi ke koperasi-koperasi.dannbsp; danldquo;Disini kita baru tahu ada kewenangan terbatas dalam pengawasan oleh Dinas Koperasi Lamteng. Kewenangan dalam pengawasan yang melekat terkait koperasi itu semuanya ada di Dinas Koperasi Provinsi Lampung,danrdquo; ujarnya.

Selanjutnya, Komisi II akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Provinsi Lampung dan OJK untuk membahas masalah krusial yang dihadapi koperasi.”Salah satunya koperasi yang bermasalah adalah BMT di Kalirejo yang merugikan masyarakat karena tidak bisa mengambil dana yang disimpan,” beber Anang.dannbsp;

Terlebih lagi, tambah Anang, sebagai mitra komisi II Dprd lamteng, Dinas Koprasi mengakui kurang pengawasan. Sebab, porsoalan budged serta personil sdm yang kurang memadahi, sehingga tidak mampu mengawasi jumlah koperasi yang ada di lamteng.

  DPRD Lamteng Pamerkan Potensi Unggulan di Event Lampung Fair 2019

Wakil Ketua Komisi II Sopyan Yusup
menambahkan, perkembangan koperasi di Lamteng sangat luar biasa. Namun, jika masalah yang terjadi tidak segera diselesaikan dikhawatirkan koperasi didirikan hanya untuk mencari keuntungan pribadi.danldquo;Jangan sampai yang di Kalirejo terulang kembali, dan sebagai anggota dewan kita wajib melakukan pencegahan,danrdquo; ujarnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Koperasi Dan UKM Lamteng Hazairin menjelaskan, saat ini jumlah koperasi di Lamteng ada sebanyak 684 titik, dengan rincian 285 koperasi aktif, dan yang tidak aktif ada 399 koperasi.

danldquo;Kita sudah rekomendasikan pada provinsi untuk menutup koperasi yang tidak aktif maupun bermasalah. Karena kewenangan pengawasan koperasi bukan pada kita lagi. Sekarang sudah diambil alih Provinsi Lampung. Jadi kita kerja sesuai tupoksi kita saja.danrdquo; pungkasnya. (Adv).dannbsp;

LAINNYA

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *